<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-990765487944920917</id><updated>2012-02-17T06:56:36.442+07:00</updated><title type='text'>ARIEF MAHMUDI'S BLOG</title><subtitle type='html'>Inilah Saya, Arief Mahmudi, apa adanya</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Arief Mahmudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06770635749009762998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-iwfa04o_H_s/Tsr9piAvWjI/AAAAAAAAAIQ/3YqRHMl6FtI/s220/me.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>30</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-990765487944920917.post-4688110274027722889</id><published>2010-10-04T11:08:00.001+07:00</published><updated>2010-10-04T11:09:33.568+07:00</updated><title type='text'>Sajak "Kata Pena kepada Kertas"</title><content type='html'>&lt;b&gt;Kata Pena kepada Kertas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;:teman-teman di Lingkar Sastra Tarbiyah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah Pena bertanya pada Selembar Kertas,&lt;br /&gt;“menurutmu, apa makna keberadaanku di dunia?”&lt;br /&gt;Selembar Kertas yang sejak tadi termangu&lt;br /&gt;kemudian terkesiap. kaget ia mendengar&lt;br /&gt;Sebuah Pena bisa berbicara. jawab Selembar&lt;br /&gt;Kertas, “kamu baru bermakna bila ada manusia&lt;br /&gt;yang menggenggammu, lantas mengawinkan kita.&lt;br /&gt;ya, kamu pena dan aku kertasnya. layaknya&lt;br /&gt;suami-istri saja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mendengar itu, Sebuah Pena hanya diam.&lt;br /&gt;“lho, kenapa kamu jadi terpekur begitu?” tanya&lt;br /&gt;Selembar Kertas. “tidak. aku hanya merenung.&lt;br /&gt;ternyata, telah lama tak ada manusia yang mau&lt;br /&gt;menggenggamku. terakhir kali, yang kuingat,&lt;br /&gt;hanya ada Edy, Jamal dan Djaya yang bersemangat&lt;br /&gt;menggerak-gerakkan badanku,” timpal Sebuah Pena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tiba-tiba dari arah yang tak disangka,&lt;br /&gt;berlarian sekumpulan orang muda, datang&lt;br /&gt;bergerombolan dan cerah-ceria wajah mereka.&lt;br /&gt;dengan membabi buta, mereka berebutan menggenggam&lt;br /&gt;Sebuah Pena. salah seorang dari mereka berkata,&lt;br /&gt;“kau keliru, Pena. kini kami yang akan mengambil peran.&lt;br /&gt;biarkan kami menorehkan apa saja yang kami bisa, semoga&lt;br /&gt;tak kalah dengan para pendahulu kami: Edy, Jamal dan Djaya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan: Sajak di atas telah diteaterkan oleh teman-teman Lingkar Sastra Tarbiyah (LST) UIN Jakarta, dengan sedikit penyesuaian (baca: perubahan) pada beberapa liriknya, dalam acara Sandiwara 3 Tahun LST, Sabtu, 12 Desember 2009. Terima kasih pada kawan-kawan LST yang telah berkenan mementaskan sajak sederhana saya ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/990765487944920917-4688110274027722889?l=ariefmahmudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/feeds/4688110274027722889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=990765487944920917&amp;postID=4688110274027722889' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/4688110274027722889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/4688110274027722889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/2010/10/kata-pena-kepada-kertas-teman-teman-di.html' title='Sajak &quot;Kata Pena kepada Kertas&quot;'/><author><name>Arief Mahmudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06770635749009762998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-iwfa04o_H_s/Tsr9piAvWjI/AAAAAAAAAIQ/3YqRHMl6FtI/s220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-990765487944920917.post-843889364921737967</id><published>2009-12-02T10:47:00.001+07:00</published><updated>2012-02-09T16:27:41.334+07:00</updated><title type='text'>Kartini dan Kekuatan Literasi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kartini dan Kekuatan Literasi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Arief Mahmudi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adakah di antara anak negeri ini yang tidak mengenal sosok Kartini? Saya kira tidak ada yang tidak mengenal Kartini. Paling tidak, bila tidak mengenal secara dekat, pastilah tiap orang di negeri ini yang pernah mengenyam pendidikan dasar akan hafal lagu “Ibu Kita Kartini” atau sekurang-kurangnya pernah mendengar orang lain menyanyikan lagu itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu apa yang sebenarnya membuat Kartini sangat terkenal? Jawabannya: karena ia adalah seorang pahlawan. Itu betul. Tapi mengapa Kartini disebut sebagai pahlawan, padahal sejarah tidak pernah mencatatnya sebagai wanita pejuang yang mengangkat senjata layaknya Cut Nyak Dien dan pahlawan-pahlawan wanita lainnya? Maka jawaban yang paling tepat adalah karena Kartini berjuang melawan diskriminasi terhadap kaum perempuan lewat tulisan-tulisannya. Ya, karena tulisan-tulisannya itulah Kartini kemudian dikenal sebagai sosok wanita pejuang negeri ini. Tulisan-tulisan Kartini yang dimaksud adalah 150 suratnya kepada Nyonya dan Tuan Abendanon, dua orang londo baik budi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Surat-surat itu antara lain berisi gugatan terhadap kungkungan adat Jawa yang melanda kaum perempuan saat itu, seperti adat pingitan, perjodohan, pembatasan dalam kesempatan belajar, dan sebagainya. Pada tahun 1911 surat-surat tersebut diterbitkan dalam bentuk buku dengan judul &lt;i&gt;Door Duisternis Tot Licht&lt;/i&gt; berkat penyusunan yang dilakukan oleh J.H. Abendanon. Pada tahun 1922, buku tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu dan diberi judul &lt;i&gt;Habis Gelap Terbitlah Terang: Boeah Pikiran&lt;/i&gt;. Lalu pada tahun 1938 diterbitkan kembali dengan format yang berbeda, dengan diterjemahkan oleh Armijn Pane, seorang sastrawan angkatan Pujangga Baru. Armijn Pane membagi kumpulan surat tersebut ke dalam lima bab pembahasan. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kepada pembaca akan adanya tahapan atau perubahan sikap dan pemikiran Kartini selama berkorespondensi. Dan untuk menjaga jalan cerita agar menjadi seperti sebuah roman tentang kehidupan perempuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terlepas dari itu semua, ada satu pesan yang hendak saya sampaikan di sini. Yaitu bahwa kekuatan literasi (baca-tulis) ternyata mampu menjadi alat perjuangan. Kartini memang mati muda—pada usia 25 tahun setelah melahirkan anak lelakinya, lebih muda dari penyair yang “mau hidup seribu tahun lagi”, Chairil Anwar yang mati ketika belum genap berusia 27 tahun—namun sumbangsihnya sangat nyata terhadap kondisi perempuan negeri ini, saat ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tulisan di atas telah dimuat di rubrik Obrolan Sore buletin sastra &lt;i&gt;Teh Hangat&lt;/i&gt; edisi April 2009. Buletin sastra &lt;i&gt;Teh Hangat&lt;/i&gt; adalah media ekspresi bersastra milik Komunitas Sastra SENJAKALA Ciputat.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/990765487944920917-843889364921737967?l=ariefmahmudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/feeds/843889364921737967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=990765487944920917&amp;postID=843889364921737967' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/843889364921737967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/843889364921737967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/2009/12/kartini-dan-kekuatan-literasi.html' title='Kartini dan Kekuatan Literasi'/><author><name>Arief Mahmudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06770635749009762998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-iwfa04o_H_s/Tsr9piAvWjI/AAAAAAAAAIQ/3YqRHMl6FtI/s220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-990765487944920917.post-2286414833422601586</id><published>2009-12-02T10:41:00.004+07:00</published><updated>2009-12-02T10:43:33.426+07:00</updated><title type='text'>Kuntowijoyo: Sastrawan Sufistik dari Sorobayan</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CXphome%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CXphome%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CXphome%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0in;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-bidi-font-family:Arial;}p.MsoNoSpacing, li.MsoNoSpacing, div.MsoNoSpacing	{mso-style-priority:1;	mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin:0in;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-bidi-font-family:Arial;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	font-size:10.0pt;	mso-ansi-font-size:10.0pt;	mso-bidi-font-size:10.0pt;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-bidi-font-family:Arial;}@page Section1	{size:595.45pt 841.7pt;	margin:85.05pt 85.05pt 85.05pt 85.05pt;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kuntowijoyo: Sastrawan Sufistik dari Sorobayan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Oleh: Arief Mahmudi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 22.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dalam wacana sastra Indonesia, nama Kuntowijoyo haruslah turut diperbincangkan. Pemikirannya yang ia tuangkan dalam beberapa karya sastra, baik berupa cerpen, novel dan puisi, telah memberikan sumbangsih yang berharga bagi perkembangan sastra negeri ini. Oleh karena itu, dalam edisi ini kita akan mencoba mengenal sosok Kuntowijoyo, sastrawan yang juga sejarawan ini, secara lebih dekat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 22.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Lahir di Sorobayan, Bantul, Yogyakarta pada 18 September 1943, Kuntowijoyo tumbuh dan berkembang di lingkungan keluarga seniman. Ayahnya adalah seorang seniman pedalangan dan seni &lt;i&gt;mocopat&lt;/i&gt;, sedangkan &lt;i&gt;eyang buyut&lt;/i&gt;-nya adalah seorang khatath. Boleh jadi, darah seni yang mengalir pada diri Kuntowijoyo berasal dari mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 22.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pada tahun 1964, saat menjadi mahasiswa jurusan Sejarah di Fakultas Sastra (kini Fakultas Ilmu Budaya—pen.) UGM, Yogyakarta, ia menulis novel pertamanya, &lt;i&gt;Kereta Api yang Berangkat Pagi Hari&lt;/i&gt;. Di kampus UGM inilah bakat sastranya mulai terasah. Ia turut aktif dalam beberapa komunitas, seperti Lembaga Kebudayaan dan Seniman Islam (Leksi) dan Studi Grup Mantika yang ia dirikan bersama para cendekiawan dan seniman yang kita kenal sekarang ini, seperti M Dawam Rahardjo, Abdul Hadi WM, Syu’bah Asa, dan Ikranagara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 22.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Selama bergelut dengan penulisan sastra, dari tangan Kuntowijoyo telah lahir banyak karya sastra yang cukup fenomenal, sebut saja, misalnya: &lt;i&gt;Suluk Awang-Uwung&lt;/i&gt; (kumpulan sajak, 1975), &lt;i&gt;Makrifat Daun, Daun Makrifat&lt;/i&gt; (kumpulan sajak, 1995), &lt;i&gt;Topeng Kayu&lt;/i&gt; (naskah drama, 1972), &lt;i&gt;Hampir Sebuah Subversi&lt;/i&gt; (kumpulan cerpen, 1999), tiga antologi-bersama cerpen terbaik harian &lt;i&gt;Kompas&lt;/i&gt;: &lt;i&gt;Laki-laki yang Kawin dengan Peri&lt;/i&gt; (1995), &lt;i&gt;Pistol Perdamaian&lt;/i&gt; (1996), &lt;i&gt;Anjing-anjing yang Menyerbu Kuburan&lt;/i&gt; (1997), serta &lt;i&gt;Khotbah di Atas Bukit&lt;/i&gt; (novel, 1976—cetak ulang pada 2008).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 22.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Untuk karyanya yang disebut terakhir, beberapa kritikus menilai novel itu penuh dengan gagasan filsafat dan tasawuf. Melalui novel itu Kuntowijoyo sedang menghadapkan dua kutub, yaitu material-spiritual, dunia-akhirat, kota-desa, pikuk-sepi, dalam kehidupan manusia modern. Dalam novel itu pula Kuntowijoyo berupaya mengajak pembaca untuk merenungkan kembali hakikat keberadaan dan kehidupan manusia di dunia, lewat beberapa pernyataan yang dilontarkan oleh Barman, sang tokoh utama, seperti: “Berbahagiakah engkau?”, atau, “Apa saja yang menjadi milikmu, sebenarnya membelenggumu”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 22.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Oleh karena itu, tidaklah mengherankan bila kemudian Abdul Hadi WM, pengamat sastra sufistik sekaligus Guru Besar Falsafah dan Agama, Universitas Paramadina, dalam sebuah esainya menyebut Kuntowijoyo sebagai sastrawan sufistik, karena “hasil karyanya tidak hanya berpijak pada peristiwa keseharian dan realitas sosial, tetapi juga pada wawasan kerohanian dan budaya yang dihayati pengarang melalui pemahamannya terhadap sejarah dan tradisi.” (&lt;i&gt;Horison&lt;/i&gt;, Oktober 2008). Setelah menulis sekian banyak karya baik fiksi nonfiksi, Kuntowijoyo akhirnya wafat pada 22 Februari 2005. &amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Tulisan di atas telah dimuat pada buletin SMART milik Lingkar Sastra Tarbiyah (LST) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta edisi 09/Januari/2009.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/990765487944920917-2286414833422601586?l=ariefmahmudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/feeds/2286414833422601586/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=990765487944920917&amp;postID=2286414833422601586' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/2286414833422601586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/2286414833422601586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/2009/12/kuntowijoyo-sastrawan-sufistik-dari.html' title='Kuntowijoyo: Sastrawan Sufistik dari Sorobayan'/><author><name>Arief Mahmudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06770635749009762998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-iwfa04o_H_s/Tsr9piAvWjI/AAAAAAAAAIQ/3YqRHMl6FtI/s220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-990765487944920917.post-3949772847340507261</id><published>2009-03-05T09:33:00.003+07:00</published><updated>2010-10-05T15:06:38.397+07:00</updated><title type='text'>Kepompong Ramadhan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LXLSLorpSHU/Sa8-I8CmCCI/AAAAAAAAAFY/c9HcbGRwPnU/s1600-h/cover.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309530808969988130" src="http://3.bp.blogspot.com/_LXLSLorpSHU/Sa8-I8CmCCI/AAAAAAAAAFY/c9HcbGRwPnU/s320/cover.jpg" style="float: left; height: 320px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 219px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" lang="" style="margin-bottom: 0in; orphans: 2; widows: 2;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;KEPOMPONG RAMADHAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="" style="margin-bottom: 0in; orphans: 2; widows: 2;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="en-US" style="margin-bottom: 0in; orphans: 2; widows: 2;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;Judul  : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;&lt;i&gt;Kepompong Ramadhan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="" style="margin-bottom: 0in; orphans: 2; widows: 2;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Editor  : Dewi Ispurwanti&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="" style="margin-bottom: 0in; orphans: 2; widows: 2;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Penerbit : Republika&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="" style="margin-bottom: 0in; orphans: 2; widows: 2;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Cetakan : I, Februari 2009&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="" style="margin-bottom: 0in; orphans: 2; widows: 2;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Tebal  : vi + 218 halaman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="" style="margin-bottom: 0in; orphans: 2; widows: 2;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="en-US" style="margin-bottom: 0in; orphans: 2; text-indent: 0.31in; widows: 2;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;Sepanjang lebih dari 16 tahun usia koran &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;&lt;i&gt;Republika&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;, kolom Hikmah tidak pernah sekali pun absen menjumpai pembacanya. Dan, dari hasil survei di lapangan, ternyata para pembaca Republika tetap meletakkan kolom Hikmah sebagai tulisan yang paling diminati para pembaca. Tidak heran jika banyak dari mereka yang rajin mengkliping tulisan-tulisan Hikmah dari koran &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;&lt;i&gt;Republika&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="en-US" style="margin-bottom: 0in; orphans: 2; text-indent: 0.31in; widows: 2;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;Buku yang diberi judul &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;&lt;i&gt;Kepompong Ramadhan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt; ini adalah seri buku Hikmah yang kedelapan setelah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;&lt;i&gt;Sederhana Itu Indah&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;&lt;i&gt;Hidup Adalah Surga&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;&lt;i&gt;Pahala Itu Mudah&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;&lt;i&gt;Adakah Allah di Hatimu&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;&lt;i&gt;Seratus Cinta Tentang Akhlak&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;&lt;i&gt;Doa Anak Kecil&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;, dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;&lt;i&gt;Membuka Pintu Rezeki&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;&lt;i&gt;Alhamdulillah&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;, seri buku Hikmah selalu mendapat sambutan yang baik dari para pembaca.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="en-US" style="margin-bottom: 0in; orphans: 2; text-indent: 0.31in; widows: 2;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;Dalam buku ini, selain “Kepompong Ramadhan”, dapat kita jumpai juga tulisan “’Abu Jahal’ Modern”, “Bahagia dengan Husnuzhon”, “Bahaya Lidah”, “Bangga dengan Maksiat”, “Belajar dari Semut”, “Berdoa Sebelum Tidur”, “Bersyukur dalam Kesempitan”, “Dua Laknat”, dan lainnya. Semuanya berjumlah 109 tulisan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="" style="margin-bottom: 0in; orphans: 2; text-indent: 0.31in; widows: 2;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Akhirnya, semoga buku ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="" style="margin-bottom: 0in; orphans: 2; widows: 2;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="en-US" style="margin-bottom: 0in; orphans: 2; text-indent: 0.31in; widows: 2;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;(Dikutip dari sampul belakang buku &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;&lt;i&gt;Kepompong Ramadhan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt; dengan perubahan seperlunya)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="" style="margin-bottom: 0in; orphans: 2; text-indent: 0.31in; widows: 2;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="" style="margin-bottom: 0in; orphans: 2; widows: 2;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="en-US" style="margin-bottom: 0in; orphans: 2; text-indent: 0.31in; widows: 2;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;■ &lt;span style="font-family: Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;Ulasan di atas ditulis kembali oleh Arief Mahmudi, kontributor buku &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;&lt;i&gt;Kepompong Ramadhan &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;untuk tulisan “Sukses Sejati” (hlm. 199-200).  Saat ini ia sedang menempuh pendidikan di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Jurusan Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/990765487944920917-3949772847340507261?l=ariefmahmudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/feeds/3949772847340507261/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=990765487944920917&amp;postID=3949772847340507261' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/3949772847340507261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/3949772847340507261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/2009/03/kepompong-ramadhan.html' title='Kepompong Ramadhan'/><author><name>Arief Mahmudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06770635749009762998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-iwfa04o_H_s/Tsr9piAvWjI/AAAAAAAAAIQ/3YqRHMl6FtI/s220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LXLSLorpSHU/Sa8-I8CmCCI/AAAAAAAAAFY/c9HcbGRwPnU/s72-c/cover.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-990765487944920917.post-7911446827585237671</id><published>2009-03-05T09:20:00.000+07:00</published><updated>2009-03-05T09:28:06.893+07:00</updated><title type='text'>KALA TUHAN MEMBERI KEJUTAN</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="center" lang=""&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;KALA TUHAN MEMBERI KEJUTAN DI ISLAMIC BOOK FAIR 2009&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;&lt;b&gt;TERKEJUT&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt; bukan main. Mungkin itulah satu-satunya kalimat yang bisa menggambarkan perasaan saya seharian ini (Rabu, 4 Maret 2009). Perasaan, yang bahkan masih saya alami saat menulis catatan singkat ini. Mengapa saya terkejut?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.31in; margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;Semua berawal dari Istora Senayan, tempat diadakannya 8&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;th&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt; Islamic Book Fair 2009. Baru saja kaki saya melangkah masuk lewat pintu utama Istora, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;&lt;i&gt;feeling&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt; (atau “petunjuk Tuhan”?) saya langsung tertuju ke &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;&lt;i&gt;stand&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt; Penerbit &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;&lt;i&gt;Republika&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;. Di sana, awalnya saya hanya berniat melihat-lihat novel &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;&lt;i&gt;Ketika Cinta Bertasbih&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt; jilid II yang kebetulan memang belum saya baca (dan miliki). Namun, belum sempat mencari novel karangan Habiburrahman El Shirazy itu, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;&lt;i&gt;feeling&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt; yang erat melekat pada diri saya mengajak untuk beralih melihat sebuah buku bersampul cokelat kekuningan dengan judul unik: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;&lt;i&gt;Kepompong Ramadhan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.31in; margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;Lagi-lagi, saya harus katakan bahwa &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;&lt;i&gt;feeling&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;-lah yang mengajak saya untuk kemudian membolak-balik halaman demi halaman buku tersebut. Dan saya pun terkejut, karena ada satu tulisan yang pernah dimuat di kolom Hikmah harian umum &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;&lt;i&gt;Republika&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt; milik teman saya, Ali Rif’an, yang dimuat dalam buku itu. Makin bertambah rasa terkejut itu, manakala saya melihat nama Ahmad Syaikhu, yang juga teman saya, tertera di bawah judul sebuah tulisan: “Waktu Kosong”. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.31in; margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;Secara spontan, saya langsung membolak-balik halaman lainnya dengan perasaan yang bercampur aduk: antara cemas dan semangat, antara optimis dan pesimis. Anda pasti tahu alasan dari tindakan saya yang membolak-balik halaman lainnya dengan cepat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;&lt;i&gt;Ya&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;, benar sekali. Saya hendak mencari tulisan saya yang juga pernah dimuat di kolom Hikmah, sembari berharap di dalam hati, semoga ada tulisan saya yang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;&lt;i&gt;nangkring&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt; di buku itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.31in; margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;Dan, rasa penasaran bercampur kekhawatiran itu akhirnya terjawab, ketika saya melihat di halaman 199, ada judul “Sukses Sejati” dengan nama seorang lelaki di bawahnya: Arief Mahmudi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.31in; margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;&lt;i&gt;Al&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;&lt;i&gt;amdulillâh…&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt; Akhirnya saya merasa puas, gembira, bersyukur bercampur haru. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.31in; margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;Puas, gembira dan bersyukur, karena Allah telah mengabulkan doa yang pernah saya panjatkan beberapa hari setelah “Sukses Sejati” dimuat di Republika pada 28 Juli 2008 silam. Dan terharu karena tulisan saya bisa bersanding dengan tulisan para tokoh yang selama ini saya anggap hanya ada dalam mimpi saja untuk menyatukan karya saya dengan karya mereka. Mereka itu, misalnya: Muhammad Arifin Ilham, Miftah Faridl, Alwi Shahab, Abduh Zulfidar Akaha, Amir Faisol Fath, Ruslani, Ahmad Kusyairi Suhail, dan lain-lain. Terharu pula, karena ada empat teman saya (dua teman sekelas sekaligus rekan di FLP Ciputat, dan dua teman lainnya di FLP Ciputat) yang karyanya ikut dimuat dalam buku ini. Mereka adalah: Ali Rif’an, Ahmad Syaikhu, Muhammad Gufron Hidayat, dan Agus Setyadi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.31in; margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;4 Maret 2009. Tuhan memberikanku kejutan yang tak akan kulupakan. Semoga aku bisa lebih termotivasi lagi dalam menulis, dan bisa terus memperbaiki kualitas maupun kuantitas karya-karyaku ke depan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;&lt;i&gt;Âmîn.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.31in; margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="right" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;&lt;b&gt;Kamar Kerja, 4 Maret 2009 21:54 &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;■ &lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;Arief Mahmudi, kontributor buku &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt;&lt;i&gt;Kepompong Ramadhan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang=""&gt; (Jakarta: Penerbit Republika, 2009). Saat ini sedang menempuh pendidikan di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/990765487944920917-7911446827585237671?l=ariefmahmudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/feeds/7911446827585237671/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=990765487944920917&amp;postID=7911446827585237671' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/7911446827585237671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/7911446827585237671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/2009/03/kala-tuhan-memberi-kejutan.html' title='KALA TUHAN MEMBERI KEJUTAN'/><author><name>Arief Mahmudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06770635749009762998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-iwfa04o_H_s/Tsr9piAvWjI/AAAAAAAAAIQ/3YqRHMl6FtI/s220/me.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-990765487944920917.post-3910958247534452124</id><published>2008-12-09T12:34:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T12:36:49.446+07:00</updated><title type='text'>Sajak "Ruang Hati" karya Arief Mahmudi</title><content type='html'>&lt;div id="item_body" class="bodytext" author="mahmudi" author_possessive="mahmudi's"&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;Ruang Hati&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;: NP&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Datanglah kepadaku, Cinta&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Masuklah ke ruang terdalam hatiku&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Lalu, tetaplah engkau tinggal di situ&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Selamanya&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;i&gt;2008&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/990765487944920917-3910958247534452124?l=ariefmahmudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/feeds/3910958247534452124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=990765487944920917&amp;postID=3910958247534452124' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/3910958247534452124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/3910958247534452124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/2008/12/sajak-ruang-hati-karya-arief-mahmudi.html' title='Sajak &quot;Ruang Hati&quot; karya Arief Mahmudi'/><author><name>Arief Mahmudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06770635749009762998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-iwfa04o_H_s/Tsr9piAvWjI/AAAAAAAAAIQ/3YqRHMl6FtI/s220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-990765487944920917.post-1645598588071979633</id><published>2008-10-23T16:00:00.000+07:00</published><updated>2008-10-23T16:01:13.316+07:00</updated><title type='text'>IPK Saya untuk Semester 1-4 (Akhirnya, Jelas Juga Tuh Nilai!)</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Saya untuk Semester 1 – 4&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Oleh : Arief Mahmudi&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Jurusan Pendidikan Agama Islam  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt; &lt;span lang="id-ID"&gt;UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Semester V&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;i&gt;Al&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;amdulillâh&lt;/i&gt;. Hanya itu kalimat yang bisa saya ucapkan, karena akhirnya saya bisa menghitung IPK saya selama dua tahun, yakni mulai semester 1 hingga semester 4. &lt;i&gt;Lho&lt;/i&gt;, mengapa baru sekarang saya bisa menghitung IPK? Alasannya klasik: banyak nilai yang belum keluar (baik dari dosen yang bersangkutan, maupun dari jurusan). Namun, penantian panjang saya akhirnya terjawab sudah, karena kurang lebih pada tiga pekan yang lalu, nilai-nilai kuliah saya seluruhnya telah keluar, sehingga saya bisa menghitung IPK. Ya, hitung-hitung sebagai bahan perbandingan dengan IPK resmi yang akan dikeluarkan jurusan pada semester 5 ini. Dan, berikut ini rekapitulasi nilai saya selama empat semester.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Semester 1&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Bahasa Indonesia 1 (2 sks)   : B&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Bahasa Inggris 1 (2 sks)   : C&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Bahasa Arab 1 (2 sks)    : A&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Pendidikan Kewarganegaraan (2 sks)  : A&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Pengantar Ilmu Pendidikan (2 sks)  : A&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Character Building Guru PAI (2 sks)  : A&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Psikologi Umum dan Perkembangan (2 sks) : C&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Fiqh 1 [ibadah] (2 sks)   : A&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Sejarah Peradaban Islam (2 sks)  : B&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Sosiologi (2 sks)    : A&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;IP : &lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;font-size:130%;" &gt;3.40&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Semester 2&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Filsafat Pendidikan (2 sks)   : A&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Bahasa Indonesia 2 (0 sks)   : B&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Ulumul Hadits 1 (2 sks)   : A&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Bahasa Arab 2 (2 sks)    : A&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Psikologi Pendidikan (2 sks)   : A&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Ilmu Pendidikan Islam (2 sks)  : A&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Fiqh 2 [munakahat] (2 sks)   : A&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Ulumul Qur’an 1 (2 sks)   : A&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Sejarah Pendidikan Islam 1 (2 sks)  : A&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Bahasa Inggris 2 (2 sks)   : A&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Filsafat Umum (2 sks)    : A&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;IP&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;font-size:130%;" &gt; : 4.0 &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Semester 3&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Sejarah Pendidikan Islam 2 (2 sks)  : A&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Ilmu Kalam 1 (2 sks)    : A&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Ushul Fiqh 1 (2 sks)    : B&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Fiqh 3 [mawaris] (2 sks)   : B&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Praktik Komputer (0 sks)   : B&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Logika (2 sks)     : B&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Ulumul Qur’an 2 (2 sks)   : A&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Media Pembelajaran (2 sks)   : B&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Akhlak Tasawuf 1 (2 sks)   : A&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Ulumul Hadits 2 (2 sks)   : B&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Bahasa Arab 3 (2 sks)    : A&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Bahasa Inggris 3 (2 sks)   : A&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;IP : &lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;font-size:130%;" &gt;3.54&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Semester 4&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Tafsir 1 (2 sks)    : B&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Ilmu Kalam 2 (2 sks)    : A&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Pengembangan Kurikulum (2 sks)  : A&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Ushul Fiqh 2 (2 sks)    : B&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Hadis 1 (2 sks)    : A&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Metodologi Penelitian (2 sks)   : A&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Bimbingan Konseling (2 sks)   : A&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Bahasa Inggris 4 (0 sks)   : A&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Bahasa Arab (2 sks)    : B&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Psikologi Agama (2 sks)   : A&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Administrasi dan Supervisi Pend. (2 sks) : B  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;IP : &lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;font-size:130%;" &gt;3.60&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Berdasarkan capaian IP pada tiap-tiap semester, maka bila dirata-rata, IPK saya untuk semester 1 – 4 adalah:  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;3.40 + 4.0 + 3.54 + 3.60 = 14.54. &lt;/b&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;14.54 : 4 = &lt;span style="font-size: 16pt;font-size:130%;" &gt;3.635.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Saya berharap, semoga rekap nilai berdasarkan penghitungan yang saya lakukan sendiri dapat tepat dan tidak berbeda dengan nilai resmi yang dikeluarkan jurusan, kelak pada saatnya. &lt;i&gt;Amin&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; &lt;span style="font-style: normal;"&gt;(n.b.: Walaupun IP bukanlah segala-galanya/belum tentu menunjukkan kemampuan mahasiswa yang sebenarnya, saya tetap merasa bersyukur, karena bagaimanapun, nilai nantinya tetap akan dilihat saat saya melamar kerja atau ketika saya ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi). &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; &lt;span style="font-style: normal;"&gt;Tetap semangat! &lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/smile.png" /&gt; &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/990765487944920917-1645598588071979633?l=ariefmahmudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/feeds/1645598588071979633/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=990765487944920917&amp;postID=1645598588071979633' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/1645598588071979633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/1645598588071979633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/2008/10/ipk-saya-untuk-semester-1-4-akhirnya.html' title='IPK Saya untuk Semester 1-4 (Akhirnya, Jelas Juga Tuh Nilai!)'/><author><name>Arief Mahmudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06770635749009762998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-iwfa04o_H_s/Tsr9piAvWjI/AAAAAAAAAIQ/3YqRHMl6FtI/s220/me.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-990765487944920917.post-6427081467463928691</id><published>2008-09-23T11:11:00.001+07:00</published><updated>2008-09-23T11:14:59.073+07:00</updated><title type='text'>Resensi Buku "Mengenal Olahraga Skuas" karya Akmal Ariev</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_LXLSLorpSHU/SNhtC1eMzeI/AAAAAAAAADM/ef_w_jOQ7H0/s1600-h/1-402901689l.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_LXLSLorpSHU/SNhtC1eMzeI/AAAAAAAAADM/ef_w_jOQ7H0/s320/1-402901689l.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5249065261181226466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Judul  : Mengenal Olahraga Skuas&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Penulis : Akmal Ariev&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Penerbit : Ganeca Exact&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cetakan : I&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Tahun : 2008&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Tebal : iv + 28 halaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Skuas (berasal dari bahasa Inggris, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;squash&lt;/span&gt;) adalah satu cabang olahraga yang kurang populer di Indonesia. Bagi sebagian orang, olahraga raket ini justru dinilai sebagai salah satu olahraga elit, di mana mereka yang biasa memainkannya adalah orang-orang kelas menengah ke atas. Maka, untuk lebih memperkenalkan olahraga ini, penerbit Ganeca Exact berinisiatif untuk menerbitkan buku Mengenal Olahraga Skuas, dengan harapan bahwa masyarakat luas bisa lebih mengenal olahraga ini. Segmentasi buku ini adalah untuk pembaca anak-anak (usia SD), namun tidak masalah bila dibaca oleh kalangan yang lebih tua dari itu, karena di dalamnya tercakup wawasan dan pengetahuan dasar mengenai apa itu skuas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi buku ini meliputi: Pengertian Skuas, Sejarah Skuas, Lapangan Skuas, Peralatan Permainan Skuas, Set dan Angka Permainan Skuas, serta Hal-hal yang Berkaitan dengan Skuas, seperti Segi Kesehatan Olahraga Skuas, Kompetisi Skuas, Induk Organisasi Skuas, dan Pemain-pemain Skuas Terkenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, bagi Anda yang ingin mengetahui apa itu olahraga skuas, silahkan baca buku ini. Akhirnya, selamat membaca!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akmal Ariev adalah nama pena dari Arief Mahmudi. Lahir di Jakarta, 21 Juni 1988. Aktif menulis artikel, cerpen, puisi, buku nonfiksi dan novel. Bergiat di Forum Lingkar Pena (FLP) Ciputat dan Komunitas Sungai, Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/990765487944920917-6427081467463928691?l=ariefmahmudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/feeds/6427081467463928691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=990765487944920917&amp;postID=6427081467463928691' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/6427081467463928691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/6427081467463928691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/2008/09/resensi-buku-mengenal-olahraga-skuas.html' title='Resensi Buku &quot;Mengenal Olahraga Skuas&quot; karya Akmal Ariev'/><author><name>Arief Mahmudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06770635749009762998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-iwfa04o_H_s/Tsr9piAvWjI/AAAAAAAAAIQ/3YqRHMl6FtI/s220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LXLSLorpSHU/SNhtC1eMzeI/AAAAAAAAADM/ef_w_jOQ7H0/s72-c/1-402901689l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-990765487944920917.post-2767182397546591739</id><published>2008-09-02T09:22:00.001+07:00</published><updated>2008-09-02T09:24:55.842+07:00</updated><title type='text'>Sajak-Sajak Politik Arief Mahmudi</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;SAJAK-SAJAK ARIEF MAHMUDI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PEMANDANGAN SIANG&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;suatu siang aku melihat-lihat pemandangan&lt;br /&gt;yang membentang luas di sepanjang jalan&lt;br /&gt;dari rumahku di pinggiran ibukota&lt;br /&gt;hingga kantor gubernur di Balai Kota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bendera-bendera beraneka warna&lt;br /&gt;indah dipandang mata&lt;br /&gt;kuhitung satu per satu dan kureka-reka&lt;br /&gt;ada tiga puluh empat jumlahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kutanyai ibu&lt;br /&gt;yang berjalan gontai di sebelahku&lt;br /&gt;“bu, ibu. bendera partaikah itu?”&lt;br /&gt;“bukan, bukan. itu bendera pabrik kecap manis, anakku”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;2008&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ADA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;: Ayin dan Urip&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada uang&lt;br /&gt;ada niatan&lt;br /&gt;ada kesempatan&lt;br /&gt;ada mitra kejahatan&lt;br /&gt;ada penyuapan&lt;br /&gt;ada pengkhianatan&lt;br /&gt;ada laporan&lt;br /&gt;ada penangkapan&lt;br /&gt;ada penyidikan&lt;br /&gt;ada peradilan&lt;br /&gt;ada hukuman&lt;br /&gt;ada Tuhan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;2008&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MULUT-MULUT&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;di mulut para penyair, kata-kata menjelma cahaya yang indah dan mencerahkan&lt;br /&gt;di mulut para penyiar, kata-kata menjelma sumber penghasilan dan penghidupan&lt;br /&gt;di mulut para demonstran, kata-kata menjelma senjata yang ampuh membawa perubahan&lt;br /&gt;di mulut para rohaniawan, kata-kata menjelma doa dan munajat kepada Tuhan&lt;br /&gt;di mulut anggota dewan yang terhormat, kata-kata menjelma makanan ringan: isinya angin &lt;em&gt;doang&lt;/em&gt;! &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;em&gt;2008&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;JIKA AKU BISA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;jika aku bisa&lt;br /&gt;kan kuhidupkan Musa&lt;br /&gt;agar tongkatnya yang perkasa&lt;br /&gt;menjelma ular yang akan menelan&lt;br /&gt;tikus-tikus berdasi nan elegan&lt;br /&gt;yang bersemayam di Senayan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika aku bisa&lt;br /&gt;kan kupanggil Ibrahim, bapak para &lt;em&gt;anbiya&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;agar kapaknya yang istimewa&lt;br /&gt;menghancurkan berhala-berhala harta dan kuasa&lt;br /&gt;yang disembah membabi buta&lt;br /&gt;oleh banyak pemimpin kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika aku bisa&lt;br /&gt;kan kubangkitkan Isa&lt;br /&gt;agar tangannya yang mulia&lt;br /&gt;menyembuhkan masyarakat kita&lt;br /&gt;yang kini sedang didera&lt;br /&gt;kronisnya penyakit hati dan jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;2008&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ARIEF MAHMUDI&lt;/strong&gt;. Lahir di Jakarta, 21 Juni 1988. Menulis artikel, puisi, cerpen dan novel. Bergiat di Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Ciputat dan Komunitas Sungai, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ket: Sajak-sajak di atas diikutsertakan dalam Lokakarya Puisi Dwiwulan (LPD) IV FLP Wilayah Jebedeci yang berlangsung pada hari ini, Sabtu, 30 Agustus 2008, dengan pembedah Ahmadun Yosi Herfanda (Sastrawan / Redaktur Sastra harian umum &lt;em&gt;Republika&lt;/em&gt;).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/990765487944920917-2767182397546591739?l=ariefmahmudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/feeds/2767182397546591739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=990765487944920917&amp;postID=2767182397546591739' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/2767182397546591739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/2767182397546591739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/2008/09/sajak-sajak-politik-arief-mahmudi.html' title='Sajak-Sajak Politik Arief Mahmudi'/><author><name>Arief Mahmudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06770635749009762998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-iwfa04o_H_s/Tsr9piAvWjI/AAAAAAAAAIQ/3YqRHMl6FtI/s220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-990765487944920917.post-671460545722335265</id><published>2008-08-26T10:03:00.002+07:00</published><updated>2008-08-26T10:09:25.714+07:00</updated><title type='text'>UIN Jakarta Ganti Logo</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LXLSLorpSHU/SLNzsabLVRI/AAAAAAAAACk/fIbpExuuVGk/s1600-h/Logo-UIN-baru.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5238657998406767890" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LXLSLorpSHU/SLNzsabLVRI/AAAAAAAAACk/fIbpExuuVGk/s320/Logo-UIN-baru.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Gedung Rektorat, UINJKT Online – Penampilan musik orkestra Dwiki Darmawan dan penyanyi Ita Purnamasari di Auditorium Utama, Kamis (21/8) malam, menandai sejarah baru UIN Jakarta. Malam itu, logo lama UIN Jakarta resmi diganti dengan logo baru.&lt;br /&gt;Selain musik orkestra, peluncuran logo baru juga ditandai dengan pembukaan kain selubung logo oleh Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat di atas panggung yang didampingi mantan rektor Drs H Ahmad Syadzali serta para pembantu rektor. Saat kain dibuka, tepuk tangan pun menggema seraya ditingkahi oleh permainan lampu aneka warna dan asap tebal (&lt;em&gt;gas smoke&lt;/em&gt;) yang keluar dari sela-sela panggung.&lt;br /&gt;Sejumlah pinisepuh UIN Jakarta turut menyaksikan peluncuran logo baru itu. Juga hadir Direktur MarkPlus Hermawan Kertajaya dan Anggota DPR RI dari Fraksi PPP) Hadimulyo.&lt;br /&gt;Hermawan Kertajaya mengatakan, penggantian logo UIN Jakarta sudah tepat dan menunjukkan nilai-nilai yang lebih universal. "Logo baru UIN Jakarta sekarang melambangkan proses horizontalisasi. Ini mencerminkan kemajuan," katanya.&lt;br /&gt;Sementara Rektor dalam sambutannya menegaskan, logo baru UIN Jakarta diganti bukan tanpa alasan. Setidaknya, menurut rektor, ada dua alasan yang melandasi. Pertama, logo lama bersifat verbalistik yang lebih menonjolkan elemen geografis lokal dan elemen kenegaraan. Selain itu, logo lama tidak distingtif dan memadai untuk memberikan gambaran sebuah identitas baru bagi UIN Jakarta menuju &lt;em&gt;world class university&lt;/em&gt;. Kedua, hasil kesepakatan rapat senat para guru besar.&lt;br /&gt;"Logo lama itu bergambar ada Monumen Nasional-nya. Sekarang, kita tidak lagi berdasarkan geografis lokal, baik Jakarta, Banten maupun Jawa Barat, tetapi dunia yang digambarkan dengan bola dunia. Jadi, kita ingin UIN Jakarta itu mendunia," tegasnya.&lt;br /&gt;Gambar logo baru UIN Jakarta terdiri atas empat elemen, yakni bola dunia, partikel atom, kitab suci, dan tulisan "UIN". Bola dunia berwarna biru, melambangkan wawasan universal UIN Jakarta dan juga misi Islam sebagai rahmatan lil'alamin. Partikel atom berwarna emas menggmbarkan keilmuan dan dinamika serta keajegan hukum alam (&lt;em&gt;sunnatullah&lt;/em&gt;) yang diperintahkan Allah untuk selalu dibaca dan diteliti demi kesejahteraan umat manusia. Parikel itu juga dapat dilihat sebagai bunga lotus atau &lt;em&gt;sidrah&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;sidrah al-muntaha&lt;/em&gt;), yakni lambang cita-cita setiap mukmin untuk menggapai pengetahuan kebenaran tertinggi (&lt;em&gt;ma'rifah al-haq&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;Kemudian kitab suci berwarna putih dengan garis tepi berwarna kehijaun, melambangkan sumber inspirasi dan kaidah hukum serta moral bagi pengembangan UIN Jakarta. Sementara tulisan "UIN" berwarna bitu melambangkan kedalaman ilmu, kedamaian, dan kepulauan nusantara yang berada di antara dua lautan besar, yakni sebuah wilayah yang mempertemukan berbagai peradaban dunia. Selain itu, terdapat juga garis putih horizontal yang membelah tulisan "UIN". Garis ini merupakah pengikat UIN Jakarta sebagai universitas yang kuat (&lt;em&gt;sirah al-mustaqim&lt;/em&gt;). (ns)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;sumber: &lt;a href="http://www.uinjkt.ac.id/index.php/component/content/article/1-headline/232-uin-jakarta-ganti-logo.html"&gt;http://www.uinjkt.ac.id/index.php/component/content/article/1-headline/232-uin-jakarta-ganti-logo.html&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/990765487944920917-671460545722335265?l=ariefmahmudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/feeds/671460545722335265/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=990765487944920917&amp;postID=671460545722335265' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/671460545722335265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/671460545722335265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/2008/08/uin-jakarta-ganti-logo.html' title='UIN Jakarta Ganti Logo'/><author><name>Arief Mahmudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06770635749009762998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-iwfa04o_H_s/Tsr9piAvWjI/AAAAAAAAAIQ/3YqRHMl6FtI/s220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LXLSLorpSHU/SLNzsabLVRI/AAAAAAAAACk/fIbpExuuVGk/s72-c/Logo-UIN-baru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-990765487944920917.post-4487847191568886223</id><published>2008-08-07T20:24:00.002+07:00</published><updated>2008-08-07T20:28:15.808+07:00</updated><title type='text'>Agama adalah Nasihat (Republika, Selasa, 5 Agustus 2008)</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Agama adalah Nasihat*&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Oleh : Arief Mahmudi**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasihat secara bahasa terambil dari kata &lt;em&gt;an-nushu&lt;/em&gt; yang berarti &lt;em&gt;al&lt;/em&gt;-&lt;em&gt;khulush &lt;/em&gt;(murni). Secara istilah, nasihat ialah suatu ungkapan untuk menyatakan keinginan berbuat baik kepada orang yang dinasihati. Demikian tulis Imam Ibnul Atsir.&lt;br /&gt;Allah swt mensyariatkan kaum muslimin untuk saling menasihati, sebagaimana tertulis dalam firman-Nya: “...dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran.” (QS al-Ashr [103]: 3). Ayat-ayat lain tentang nasihat juga terdapat dalam Alquran, misalnya, dalam QS al-A’raf [7] ayat 62 dan 69.&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Tamim bin Aus ad-Dary ra, Rasulullah saw bersabda: “Agama adalah nasihat.” Kami (para sahabat) bertanya, “Untuk siapa?” Beliau menjawab, “Untuk Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin, dan manusia pada umumnya.” (HR Muslim).&lt;br /&gt;Hadis ini sesungguhnya memiliki peran yang sangat besar, karena di dalamnya terkandung bahwa tiang agama Islam dan penopangnya adalah nasihat. Dengan adanya nasihat maka agama Islam akan senantiasa termanifestasi dalam jiwa kaum muslimin, namun apabila nasihat itu tidak ada, maka kekurangan akan menimpa kaum muslimin dalam setiap aspek kehidupannya.&lt;br /&gt;Bila kita perhatikan pula, dalam hadis di atas terdapat lima peruntukan nasihat, yaitu nasihat untuk Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin, dan manusia pada umumnya.&lt;br /&gt;Pertama, nasihat untuk Allah. Maksudnya adalah beriman kepada-Nya, mengesakan-Nya, menjadikan niat ikhlas semata karena-Nya di dalam mengamalkan perbuatan baik, dan beribadah kepada-Nya dengan penuh ketaatan dan pengagungan.&lt;br /&gt;Kedua, nasihat untuk kitab-Nya. Maksudnya adalah beriman kepada semua kitab-kitab samawi (langit) yang diturunkan dari sisi Allah SWT secara global.&lt;br /&gt;Ketiga, nasihat untuk Rasul-Nya (Muhammad). Maksudnya adalah membenarkan kenabiannya, menaati perintahnya, menjauhi segala larangannya, menghidupkan sunnahnya, memahami, mempraktikkan dan menyiarkannya, serta berakhlak sesuai dengan akhlak beliau yang mulia.&lt;br /&gt;Keempat, nasihat untuk pemimpin kaum muslimin. Maksudnya adalah membantu mereka atas kewajiban yang mereka emban, memberikan masukan dan mengingatkan tatkala mereka lupa. Juga mencegah mereka dari perbuatan zalim dengan cara yang baik.&lt;br /&gt;Dan terakhir, nasihat untuk manusia pada umumnya. Maksudnya adalah dengan mengajak kepada kebaikan, menutup aib mereka, dan tidak berbuat &lt;em&gt;ghibah&lt;/em&gt; (menggunjing) kepada sesama manusia.&lt;br /&gt;Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tulisan ini dimuat di kolom Hikmah harian umum &lt;em&gt;Republika&lt;/em&gt;, Selasa, 5 Agustus 2008.&lt;br /&gt;** Penulis adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Jurusan Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta semester V. Bergiat di Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Ciputat dan Komunitas Sungai, Jakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/990765487944920917-4487847191568886223?l=ariefmahmudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/feeds/4487847191568886223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=990765487944920917&amp;postID=4487847191568886223' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/4487847191568886223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/4487847191568886223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/2008/08/agama-adalah-nasihat-republika-selasa-5.html' title='Agama adalah Nasihat (Republika, Selasa, 5 Agustus 2008)'/><author><name>Arief Mahmudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06770635749009762998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-iwfa04o_H_s/Tsr9piAvWjI/AAAAAAAAAIQ/3YqRHMl6FtI/s220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-990765487944920917.post-4715019786035526233</id><published>2008-08-07T20:20:00.002+07:00</published><updated>2008-08-07T20:29:04.426+07:00</updated><title type='text'>Sukses Sejati (Republika, Senin, 28 Juli 2008)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Sukses Sejati*&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Arief Mahmudi**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kali orang menilai kesuksesan hidup hanya dari ukuran fisik dan materi. Banyak orang merasa sukses bila telah menjadi kaya, terpandang, atau punya jabatan tinggi. Namun, benarkah hal-hal tersebut menjadi indikator dari kesuksesan yang sesungguhnya?&lt;br /&gt;Untuk menjawab pertanyaan di atas diperlukan pemahaman yang benar terhadap makna sukses. Makna sukses tidak boleh dipersempit menjadi hanya sebatas pencapaian hal-hal duniawi. Islam sebagai agama &lt;em&gt;rahmatan lil ‘alamin&lt;/em&gt; sesungguhnya telah memberikan bimbingan kepada kita untuk mencapai kesuksesan yang sejati.&lt;br /&gt;Ada tiga hal yang menjadi ukuran kesuksesan sejati. Pertama, bermanfaat bagi orang lain. Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.” (HR Muslim).&lt;br /&gt;Di dalam kehidupan sehari-hari, manusia yang paling banyak memberikan manfaat akan disenangi oleh banyak orang. Bila orang-orang sudah senang kepada kita, karena manfaat yang kita tebarkan pada mereka, maka hati kita pun akan senang dan bahagia. Secara pribadi kita merasa puas. Dan, di mata orang lain, kita dinilai baik. Di sisi Allah, kita mendapatkan penghargaan yang tinggi seperti tersebut dalam hadis di atas: sebaik-baik manusia.&lt;br /&gt;Kedua, keseimbangan hidup. Allah SWT berfirman: “Dan, carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, dan janganlah kamu lupakan bagianmu dari kenikmatan duniawi....” (QS Alqashash [28]: 77). Ayat ini menerangkan kepada manusia agar menjaga keseimbangan (&lt;em&gt;tawazun&lt;/em&gt;) dalam kehidupan. Tujuannya, tak lain agar tercapai kebaikan hidup bagi kita dan terpenuhinya hak-hak orang lain dengan prinsip keseimbangan itu.&lt;br /&gt;Ketiga, &lt;em&gt;khusnul khatimah&lt;/em&gt; (akhir yang baik). Rasulullah SAW dalam sebuah doanya pernah meminta kepada Allah, “Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku pada akhirnya, sebaik-baik amalku pada penutupnya, dan sebaik-baik hari adalah hari ketika aku berjumpa dengan-Mu.”&lt;br /&gt;Doa ini mengisyaratkan harapan Rasulullah untuk mendapatkan kebaikan pada saat-saat terakhir. Salah satunya adalah saat menutup hidup dan usianya dalam keadaan beriman, taat, dan beribadah kepada Allah.&lt;br /&gt;Semoga ketiga hal di atas dapat senantiasa kita upayakan dalam kehidupan sehari-hari sehingga kita bisa menjadi manusia yang meraih kesuksesan sejati. Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tulisan ini dimuat di kolom Hikmah harian umum &lt;em&gt;Republika&lt;/em&gt;, Senin, 28 Juli 2008.&lt;br /&gt;** Penulis adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Jurusan Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta semester V. Bergiat di Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Ciputat dan Komunitas Sungai, Jakarta. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/990765487944920917-4715019786035526233?l=ariefmahmudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/feeds/4715019786035526233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=990765487944920917&amp;postID=4715019786035526233' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/4715019786035526233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/4715019786035526233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/2008/08/sukses-sejati-republika-senin-28-juli.html' title='Sukses Sejati (Republika, Senin, 28 Juli 2008)'/><author><name>Arief Mahmudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06770635749009762998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-iwfa04o_H_s/Tsr9piAvWjI/AAAAAAAAAIQ/3YqRHMl6FtI/s220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-990765487944920917.post-5624408718436740307</id><published>2008-06-27T13:32:00.000+07:00</published><updated>2008-06-27T13:34:25.438+07:00</updated><title type='text'>Kriteria Guru PAI Profesional (Penelitian Kelompok M.K. MetLit)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;KRITERIA GURU PAI PROFESIONAL &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;(STUDI PERBANDINGAN ANTARA TEORI BUKU DENGAN HASIL WAWANCARA)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;OLEH&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;ANSORI (08561616140)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;ARIEF MAHMUDI (085691360535)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;DEWI PRIYANDINI (081318649738)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;DINI RAHMAWATI (085693673575)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;KELAS : IV / B &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;JAKARTA &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;2008&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;BAB I &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;I.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;LATAR BELAKANG &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Semakin maju suatu masyarakat, semakin dirasakan pentingnya sekolah dan pendidikan secara teratur bagi pertumbuhan dan pembinaan anak dan generasi muda pada umumnya. Pada zaman primitif atau dalam masyarakat yang sangat sederhana, seperti mereka yang hidup di hutan, di pulau terpencil, atau di tempat yang belum mengenal kemajuan sama sekali, memang sekolah tidak diperlukan oleh orangtua, karena mereka secara tidak sengaja akan melatih anak-anaknya dari kecil mengikuti jalan hidupnya, keyakinan agamanya dan keterampilan sederhana yang dimilikinya, misalnya ke sawah, ladang, mencari kayu atau menangkap ikan. Adat istiadat, sopan santun yang berlaku dalam lingkungan, dipelajari oleh anak secara alamiah, dengan meniru, mencoba atau melatih diri tanpa tuntunan yang pasti. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kehidupan dan pertumbuhan anak yang seperti itu tidak dapat dipertahankan lagi, karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah berkembang sebegitu jauh, sehingga kepandaian dan keterampilan tidak mungkin lagi berpindah dari generasi tua kepada generasi muda melalui pengalaman hidup dengan orangtua saja, akan tetapi oleh orang yang mempunyai kemampuan dan keterampilan untuk itu, yaitu &lt;i&gt;guru&lt;/i&gt;. Semakin tinggi tingkat sekolah, semakin banyak bidang ilmu dan keterampilan yang harus dimiliki oleh guru, sehingga seorang guru tidak akan mampu menguasai segala macam ilmu dan kepandaian, maka perlu ada keahlian dan orang-orang yang mendalami masing-masing ilmu tersebut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Salah satu bidang ilmu pengetahuan yang didapatkan sejak tingkat sekolah dasar hingga menengah atas ialah Pendidikan Agama. Di dalamnya terdapat banyak cabang, seperti Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Agama Kristen, Pendidikan Agama Katolik, Pendidikan Agama Budha dan Pendidikan Agama Hindu, di mana bidang-bidang Pendidikan Agama tersebut diajarkan dengan bergantung kepada agama yang dipeluk oleh sang peserta didik. Bila peserta didik beragama Islam maka ia akan mendapatkan materi pelajaran Pendidikan Agama Islam. Bila peserta didik beragama Kristen maka ia akan mendapatkan materi pelajaran Pendidikan Agama Kristen. Demikian seterusnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Seluruh mata pelajaran di atas tentunya memerlukan guru sebagai pihak yang berwenang memberikan pelajaran. Oleh karena itu dalam penelitian kali ini kami akan memfokuskan penelitian pada kriteria guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang profesional. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan bagaimanakah guru PAI yang profesional itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;II.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;MASALAH PENELITAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kemampuan seorang guru agama dalam kaitannya dengan tugas profesi dapat ditinjau dari beberapa aspek, seperti kemampuan menguasai materi pembelajaran, kemampuan membuat rancangan pembelajaran, kemampuan melaksanakan proses pembelajaran, kemampuan mengelola kelas, kemampuan membuat evaluasi, dan melaksanakan evaluasi, serta kemampuan membimbing siswa dalam menghadapi permasalahan dalam belajar.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Berkaitan dengan hal di atas, kami bermaksud untuk mengadakan penelitan tentang kriteria guru profesional, khususnya guru Pendidikan Agama Islam (PAI). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;III.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;FOKUS PENELITIAN &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Penelitian ini kami fokuskan pada segi profesionalisme guru PAI, dengan membandingkan teori yang ada di buku-buku dengan hasil wawancara.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;IV.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;PERTANYAAN PENELITAN &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Berdasarkan hal di atas, maka rumusan pertanyaan untuk penelitian ini yaitu, “Apa sajakah kriteria guru PAI profesional itu?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;BAB II&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;TEORI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;A.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Guru Pendidikan Agama Islam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pengertian guru Pendidikan Agama Islam—atau kerap disingkat menjadi guru agama Islam—adalah orang yang memberikan materi pengetahuan agama Islam dan juga mendidik murid-muridnya, agar mereka kelak menjadi manusia yang takwa kepada Allah swt. Di samping itu, guru agama Islam juga berfungsi sebagai pembimbing agar para murid sejak mulai sekarang dapat bertindak dengan prinsip-prinsip Islam dan dapat mempraktikkan syariat Islam (Tim Penyusun Buku Pedoman Guru Agama SD, 1976: 8). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Menurut M. Arifin, guru agama Islam adalah orang yang membimbing, mengarahkan dan membina anak didik menjadi manusia yang matang atau dewasa dalam sikap dan kepribadiannya sehingga tergambarlah dalam tingkah lakunya nilai-nilai agama Islam (M. Arifin, 1987: 100)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Muhammad Athiyah al-Abrasyi, sebagaimana dikutip oleh Samsul Nizar (Nizar, 2002: 45-46), memberikan batasan tentang karakteristik guru agama Islam, yaitu: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;a.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Memiliki sifat zuhud, yaitu mencari keridaan Allah &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;b.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Bersih fisik dan jiwanya &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;c.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Ikhlas dan tidak riya dalam melaksanakan tugasnya &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;d.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Bersifat pemaaf, sabar, dan sanggup menahan amarah, terbuka, dan menjaga kehormatan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;e.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Mencintai peserta didik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;f.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Mengetahui karakter peserta didik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;g.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Menguasai pelajaran yang diajarkannya dengan profesional&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;h.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Mampu menggunakan metode mengajar secara bervariasi dan mampu mengelola kelas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;i.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Mengetahui kehidupan psikis peserta didik &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sementara itu Abdurrahman al-Nahlawi (al-Nahlawi, 1989: 239-246) memberikan gambaran tentang sifat-sifat pendidik muslim yaitu sebagai berikut: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;a.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Hendaknya tujuan, tingkah laku dan pola pikir guru tersebut bersifat &lt;i&gt;rabbani&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;b.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Hendaknya guru bersifat jujur menyampaikan apa yang diajarkannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;c.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Hendaknya guru senantiasa membekali diri dengan ilmu pengetahuan dan kesediaan untuk membiasakan mengajarkannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;d.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Hendaknya guru mampu menggunakan berbagai metode mengajar secara bervariasi dan menguasainya dengan baik serta mampu memiliki metode mengajar yang sesuai dengan materi pelajaran serta situasi belajar-mengajarnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;e.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Hendaknya guru mampu mengelola siswa, tegas dalam bertindak serta meletakkan berbagai perkara secara profesional&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;f.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Hendaknya guru mempelajari kehidupan psikis para pelajar selaras dengan masa perkembangannya ketika ia mengajar mereka sehingga guru dapat memperlakukan anak didiknya sesuai dengan kemampuan akal dan kesiapan psikis mereka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;g.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Hendaknya guru tanggap terhadap berbagai kondisi dan perkembangan dunia yang mempengaruhi jiwa dan pola berpikir angkatan muda&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;h.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Hendaknya guru bersifat adil di antara para pelajarnya, artinya guru tidak cenderung kepada salah satu golongan di antara mereka serta tidak mengistimewakan seseorang di antara lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;B.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Guru Profesional &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dalam &lt;i&gt;Kamus Besar Bahasa Indonesia&lt;/i&gt;, kata profesional artinya bersangkutan dengan profesi, memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, profesional, mutu kualitas dan tindak-tanduk yang merupakan ciri suatu profesi orang profesional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Profesi pada hakikatnya adalah suatu pernyataan atau suatu janji terbuka untuk profesional, artinya menyatakan bahwa seseorang itu mengabdikan dirinya pada suatu jabatan atau pelayanan karena orang tersebut merasa terpanggil menjabat pekerjaan itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Mengenai istilah profesi ini Everett Hughes menjelaskan bahwa istilah profesi merupakan simbol dari suatu pekerjaan dan selanjutnya menjadi pekerjaan itu sendiri (Piet A. Sahertian, 1994: 26).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Adapun guru profesional ialah guru yang memiliki kemampuan dan keahlian dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal, mengakui dan sadar akan profesinya, memiliki sikap dan mampu mengembangkan profesinya serta ikut serta dalam mengkomunikasikan usaha pengembangan profesi dan bekerjasama dengan profesi lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pengertian guru profesional menurut Mohammad Uzer Usman, sebagaimana dikutip oleh Piet A. Sahertian, adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal. Atau dengan kata lain, guru profesional adalah orang yang terdidik dan terlatih dengan baik,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;serta memiliki pengalaman yang kaya di bidangnya (Piet A. Sahertian, 1994: 26). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;BAB III&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;METODE PENELITAN &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pada penelitian ini, kami menggunakan metode penelitian kualitatif, yaitu dengan mewawancarai secara langsung para narasumber kami. Narasumber tersebut berjumlah empat orang, dengan latar belakang dosen maupun guru PAI yang berdomisili di DKI Jakarta dan sekitarnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;HASIL WAWANCARA &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Interviewer&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;: Arief Mahmudi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Interviewee&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;: Hilya Fatimah, S.Pd.I (guru PAI di SMA Negeri 42 Jakarta)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Transkrip Wawancara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tanya (Arief)&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;: Menurut Ibu, apa sajakah kriteria dari guru PAI yang profesional itu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -72pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Jawab (Hilya)&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;: Menurut saya, guru agama Islam yang profesional itu adalah guru yang punya semangat kerja yang tinggi. Maksudnya, dia bertanggung jawab pada tugasnya. Hadir tepat waktu dan menjalankan tugas dengan baik. Yang kedua, guru tersebut harus menguasai materi yang ia sampaikan di hadapan murid-muridnya. Ketika ada murid yang bertanya, ia harus mampu menjawab pertanyaan muridnya tadi dengan tuntas dan clear. Namun bila pertanyaan itu memang tidak bisa ia jawab karena tidak tahu, maka ia harus mengatakan dengan jujur bahwa ia memamng tidak tahu dan akan mencari tahu jawabannya secepatnya. Yang ketiga, guru tersebut harus akrab dengan murid-muridnya. Akrab di sisni maksudnya si guru tersebut tidak mengambil jarak dengan seluruh muridnya, baik laki-laki maupun perempuan. Ia memposisikan diri sebagai rekan atau mitra, bukan sebagai orang tua yang menakutkan. Saya kira hal ini penting, karena untuk mencintai pelajaran, seorang murid harus terlebih dahulu menyukai gurunya, maksudnya suka dalam artian wajar-wajar tidak takut dan bersikap simpati terhadap guru tersebut. Bila guru agama menakutkan dan dibenci murid-muridnya, bagaimana mungkin pelajaran yang ia sampaikan dapat diterima oleh murid-muridnya? Iya, kan? Yang terakhir, guru agama Islam harus mampu menjadi contoh dan teladan yang baik bagi murid-muridnya. Ia ditugaskan untuk mengajarkan agama kepada murid. Maka ia harus perilaku yang baik dan bisa dicontoh oleh para siswanya. Saya kira itu....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -72pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -72pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Interviewer&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;: Dewi Priyandini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -72pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Interviewee&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;: Tanenji, M.A. (Dosen FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -72pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -72pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tanya&lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt;: Menurut Bapak, kriteria guru profesional seperti apa?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -72pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Jawab&lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;: Menurut UUSPN guru harus memiliki empat kompetensi: Pedagogik, profesional, kepribadian dan sosial. Sedangkan ciri-ciri sederhananya guru profesional itu yang pertama menguasai materi atau ilmu yang akan diajarkan dan yang kedua menguasai metodologi pengajaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -72pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tanya&lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt;: Selanjutnya kalau menurut Bapak sendiri kriteria Guru Agama Islam yang profesional seperti apa?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -72pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Jawab&lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;: Baiklah! Kalau menurut saya guru agama profesional, ia harus menguasai ilmu agama Islam itu sendiri, artinya ia paham apa yang akan diajarkannya. Untuk itu ia harus paham bahasa Arab, Qur’an Hadits, bahkan semestinya ia harus hafal dalam jumlah yang cukup banyak, kalau perlu semuanya. Ia harus paham fiqih dan ushul fiqih dan tidak kalah pentingnya ia juga harus terlebih dahulu mengamalkannya apa yang akan diajarkan. Jadi bukan hanya OMDO alias Omong Doang.ia juga harus bisa menjadi contoh bagi orang lain dan muridnya. Selanjutnya baru persyaratan pedagogiknya menyusul seperti berpendidikan keguruan dan menguasai metode-metode pengajaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -72pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -72pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Interviewer&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;: Dini Rahmawati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -72pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Interviewee&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;: Nurul Noviyanti, S.Pd.I&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -72pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -72pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tanya&lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt;: Menurut Ibu, Guru Agama Islam yang profesional seperti apa sih?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -72pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Jawab&lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;: Ya, banyak cara sih untuk menjadi guru agama yang profesional, yang pertama seorang guru harus menguasai materi pelajaran yang akan diajarkan kepada muridnya, sehingga ia dapat menjawab pertanyaan yang diajukan oleh muridnya, ia juga harus bisa menguasai kondisi kelas dan siswa, sehingga semuanya dapat terkontrlol dengan baik. Yang kedua guru harus disiplin dan tepat waktu dalam mengajar, bukan hanya siswa yang harus disiplin tetapi setiap guru harus disiplin dan mematuhi peraturan yang ada di sekolah sehingga ia bisa menjadi teladan yang baik bagi murid-muridnya. Yang ketiga guru harus sabar dalam mengajar, dalam menghadapi segala macam, karakter yang ada pada muridnya, seperti apabila ada murid yang nakal tidak lekas marah dan dapat mengontrol emosinya. Yang keempat guru harus bersikap adil, artinya tidak membedakan murid yang pintar dengan yang biasa-biasa saja dan tidak pilih kasih. Yang kelima guru harus bertanggung jawab terhadap seluruh pekerjaan yang diberikan oleh atasan untuknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -72pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -72pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Interviewer&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;: Ansori&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -72pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Interviewee&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;: Bapak Mukhlis A, S.Ag (guru MAN 4 Model Pondok Pinang, Jakarta Selatan)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -72pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -72pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tanya&lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt;: Menurut pendapat Bapak, Guru Agama Islam yang profesional seperti apa?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Jawab&lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;: Menurut Bapak, guru agama profesional itu, pertama ia harus memberi keteladanan sesuai al-Qur’an dan sunnah, ia mampu memberi contoh yang baik kepada muridnya. Kedua ia harus berwawasan luas terutama aqidah dan fiqih, maksudnya ia harus memilih aqidah yang lurus yang tidak menyesatkan muridnya dan memperdalam ilmu fiqih karena ilmu ilmu fiqih selalu digunakan dalam kegiatan amaliah sehari-hari.. ketiga bertanggung jawab atas tugasnya sebagai guru, jangan menyepelekan tugas dan harus sadar bahwa tugas seorang guru tidaklah mudah dan yang keempat adil, artinya tidak membeda-bedakan siswanya (murid-muridnya).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;INTERPRETASI HASIL WAWANCARA &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;1.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Menurut Hilya Fatimah, S.Pd.I&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;a.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Punya semangat kerja yang tinggi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;b.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Menguasai materi secara konprehensif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;c.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Akrab dengan murid-muridnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;d.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Manjadi contoh yang baik bagi murid-muridnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;2.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Menurut Tanenji, M.A&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;a.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Menguasai ilmu Agama Islam, seperti: bahasa Arab, Qur’an Hadits, dan ilmu agama yang lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;b.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Paham fiqih dan ushul fiqih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;c.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Menjadi contoh bagi orang lain dan murid-muridnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;d.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Memnuhi persyaratan pedagogik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;e.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Menguasai metode-metode pendidikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;3.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Menurut Nurul Noviyanti, S.Pd.I&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;a.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Menguasai materi, kondisi kelas dan siswa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;b.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Disiplin atau tepat waktu dalam mengajar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;c.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Sabar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;d.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Adil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;e.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Bertanggung jawab&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;f.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Komitmen dan konsisten dalam ucapan dan tindakan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;4.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Menurut Mukhlis A., S.Ag.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;a.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Memberi keteladanan sesuai al-Qur’an dan sunnah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;b.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Wawasan luas tentang agama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;c.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Bertanggung jawab&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;d.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Adil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Al-Abrasyi, sebagaimana dikutip oleh Samsul Nizar (Nizar, 2002: 45-46)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memberikan batasan tentang karakteristik guru agama Islam, di antaranya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;1.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Memiliki sifat zuhud, yaitu mencari keridhaan Allah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;2.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Bersih fisik dan jiwanya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;3.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Ikhlas dan tidak &lt;i&gt;riya’ &lt;/i&gt;dalam melaksanakan tugasnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;4.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Bersifat pemaaf, sabar, dan sanggup menahan amarah, terbuka dan menjaga kehormatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;5.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Mencintai peserta didik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;6.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Mengetahui karakter peserta didik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;7.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Menguasai pelajaran yang diajarkannya dengan profesional&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;8.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Mampu menggunkan metode mengajar secara bervariasi dan mampu mengelola kelas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;9.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Mengatahui kehidupan psikis peserta didik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Abdurrahman al-Nahlawi (al-Nahlawi, 1989: 239-246) dalam kitab &lt;i&gt;Ushul at-Tarbiyah al-Islamiyah &lt;/i&gt;tentang sifat-sifat pendidik Islam sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;1.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Hendaknya tujuan, tingkah laku dan pola pikir guru bersifat rabbani&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;2.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Hendaknya guru bersifat jujur menyampaikan apa yang diajarkannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;3.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Hendaknya guru senantiasa membekali diri dengan ilmu pengetahuan dan kesediaan untuk membiasakan mengerjakannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;4.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Hendaknya guru mampu menggunakan berbagai metode mengajar secara bervariasi dan menguasainya dengan baik serta mampu memilih metode mengajar yang sesuai bagi meteri pelajaran serta situasi belajar mengajarnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;5.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Hendaknya guru mampu mengelola siswa, tegas dalam bertindak serta meletakkan berbagai perkara secara profesional&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;6.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Hendaknya guru kehidupan psikis para pelajar selaras dengan masa perkembangannya ketika ia mengajar mereka sehingga guru dapat memperlakukan anak didiknya sesuai dengan kemampuan akal dan kesiapan psikis mereka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;7.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Hendaknya guru tanggap terhadap berbagai kondisi dan perkembangan dunia yang mempengaruhi jiwa dan pola berpikir angkatan muda&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;8.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hendaknya guru bersikap adil di antara para pelajarnya, artinya guru tidak cenderung kepada salah satu golongan di antara mereka serta tidak mengistimewakan akan seseorang di antara lainnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;INTERPRETASI HASIL PERORANGAN &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;1.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Menurut Hilya Fatimah, S.Pd.I &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;a.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Punya semangat kerja yang tinggi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;b.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Menguasai materi secara konprehensif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;c.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Akrab dengan murid-muridnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;d.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Manjadi contoh yang baik bagi murid-muridnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;2.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Menurut Tanenji, M.A&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;a.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Menguasai ilmu Agama Islam, seperti: bahasa Arab, Qur’an Hadits, dan ilmu agama yang lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;b.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Paham fiqih dan ushul fiqih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;c.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Menjadi contoh bagi orang lain dan murid-muridnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;d.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Memnuhi persyaratan pedagogik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;e.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Menguasai metode-metode pendidikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;3.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Menurut Nurul Noviyanti, S.Pd.I&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;a.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Menguasai materi, kondisi kelas dan siswa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;b.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Disiplin atau tepat waktu dalam mengajar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;c.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Sabar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;d.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Adil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;e.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Bertanggung jawab&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;f.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Komitmen dan konsisten dalam ucapan dan tindakan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;4.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Menurut Mukhlis. A, S.Ag&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;a.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Memberi keteladanan sesuai al-Qur’an dan sunnah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;b.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Wawasan luas tentang agama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;c.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Bertanggung jawab&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;d.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Adil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;ANALISIS KELOMPOK &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Analisis kami, berdasarkan temuan di lapangan dan teori yang dikemukakan oleh para ahli pendidikan, adalah bahwa guru PAI yang dikatakan profesional tidak hanya menguasai aspek kognitif (wawasan yang luas, menguasai metode pengajaran, dan sebagainya), namun juga mereka harus menguasai aspek afektif (jujur, adil, bertanggung jawab, mampu menjadi teladan yang baik bagi murid-muridnya, dan sebagainya) dan psikomotorik (giat bekerja, disiplin dan tepat waktu).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;TEORI SUBSTANTIF &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Guru PAI Profesional menurut penelitian ini adalah: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -54pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Memiliki semangat kerja yang tinggi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Maksudnya, guru PAI haruslah memiliki semangat kerja yang tinggi. Sanggup menghadapi tantangan kerja dan tidak pernah mengeluh serta selalu mendedikasikan diri dengan sepenuh hati kepada murid-muridnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -54pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Akrab dengan murid-muridnya &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Maksudnya, guru tersebut tidak mengambil jarak dengan seluruh muridnya, baik laki-laki maupun perempuan. Ia memposisikan diri sebagai rekan atau mitra, bukan sebagai orang tua yang menakutkan. Ia mampu membimbing murid-muridnya dengan pendekatan yang elegan dan bersahabat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dapat menjadi contoh yang baik bagi murid-muridnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Guru, dalam khazanah budaya Jawa klasik, merupakan akronim dari “orang yang digugu dan ditiru.” Apalagi guru PAI, sebagai garda terdepan pengembangan agama Islam di tengah masyarakat, maka ia haruslah mampu menjadi teladan yang baik bagi orang-orang di sekitarnya, khususnya bagi para muridnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -54pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Memenuhi persyaratan paedagogik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Maksudnya, guru tersebut haruslah menguasai ilmu-ilmu kependidikan, tahu betul metode-metode pengajaran dan menguasai kondisi kelas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -54pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Disiplin dan tepat waktu dalam mengajar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Maksudnya, guru tidak boleh terlambat datang di kelas, selalu hadir tepat waktu dan tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan dalam mengajar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -54pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Bertanggung jawab &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Maksudnya, guru tersebut tahu betul akan tugas-tugasnya di kelas, tidak mengingkari tugas dan amanat dari atasan dan siswanya. Juga bersedia menanggung segala sesuatu bila ia melakukan kekeliruan, seraya memperbaikinya agar tidak terjadi lagi di masa mendatang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -54pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Berkomitmen dan konsisten dalam ucapan dan tindakan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Maksudnya, guru tersebut mampu tidak hanya bisa “omdo” atau omong &lt;i&gt;doang&lt;/i&gt;. Ia bisa konsisten dalam melaksanakan apa yang ia katakan, dan memiliki komitmen dalam mengajar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/990765487944920917-5624408718436740307?l=ariefmahmudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/feeds/5624408718436740307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=990765487944920917&amp;postID=5624408718436740307' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/5624408718436740307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/5624408718436740307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/2008/06/kriteria-guru-pai-profesional.html' title='Kriteria Guru PAI Profesional (Penelitian Kelompok M.K. MetLit)'/><author><name>Arief Mahmudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06770635749009762998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-iwfa04o_H_s/Tsr9piAvWjI/AAAAAAAAAIQ/3YqRHMl6FtI/s220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-990765487944920917.post-3662574889521936436</id><published>2008-06-13T16:20:00.002+07:00</published><updated>2008-06-13T16:24:18.771+07:00</updated><title type='text'>Usaha dan Doa Menurut Sekte-sekte Islam (Makalah Kelompok M.K. Ilmu Kalam II)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KONSEP USAHA DAN DOA&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;A. Konsep Usaha dan Doa Menurut Mu’tazilah&lt;br /&gt;Menurut istilah, Mu’tazilah ialah nama yang dipakai untuk suatu aliran teologi Islam yang besar, yang menciptakan dasar-dasar rasional akidah Islam. Aliran ini lahir di Bashrah pada akhir tahun 100 H (‘Abd al-Hamid, t.t.:100). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks usaha manusia, kaum Mu’tazilah berpendapat bahwa mereka mampu melakukan usaha secara mandiri tanpa intervensi Tuhan. Bahkan mereka menegaskan bahwa mereka tidak membutuhkan-Nya dan mensifati diri mereka dengan sifat kuasa terhadap sesuatu, di mana mereka tidak mensifati Allah berkuasa terhadapnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Harun Nasution dalam buku Teologi Islam menegaskan bahwa Mu’tazilah memandang daya atau usaha untuk berbuat adalah daya manusia itu sendiri dan bukan daya Tuhan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai pernyataan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa kaum Mu’tazilah memposisikan usaha sebagai suatu hal yang dikerjakan oleh manusia itu sendiri, tanpa perlu campur tangan Tuhan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, karena usaha manusia menurut Mu’tazilah adalah "segala-galanya", maka doa menjadi kurang berfungsi secara signifikan. Ringkasnya, doa menjadi suatu hal yang dikesampingkan, sebab kaum Mu’tazilah memandang usaha lebih penting daripada sekadar doa.&lt;br /&gt;B. Konsep Usaha dan Doa Menurut Ahl al-Sunnah (Asy’ariyah dan Maturidiyah) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Term Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah kelihatannya timbul sebagai reaksi terhadap paham-paham golongan Mu’tazilah dan terhadap sikap mereka dalam menyiarkan ajaran-ajaran itu. Bila kaum Mu’tazilah disebut-sebut sebagai golongan minoritas dan tidak kuat berpegang pada sunnah, maka Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah dianggap sebagai golongan yang berpegang pada sunnah lagi merupakan mayoritas. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah dalam lapangan teologi Islam, tulis Harun Nasution, adalah kaum Asy’ariyah dan kaum Maturidiyah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Abu Hamid al-Ghazali (1058-1111), salah seorang tokoh Asy’ariyah, berpendapat bahwa perbuatan manusia itu nyata, namun dihasilkan oleh dua daya; daya yang berasal dari Tuhan; dan daya yang berasal dari manusia sendiri, tetapi daya yang ada pada manusia adalah juga ciptaan Tuhan, karena itu ia lebih menyerupai impotensi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari pernyataan di atas, kita dapat melihat bahwasanya Asy’ariyah menempatkan daya atau usaha sebagai sesuatu yang berasal dari Tuhan, bukan pada manusia—seperti yang diyakini kaum Mu’tazilah. Bagi Asy’ariyah, usaha manusia sebesar apa pun pasti erat kaitannya dengan campur tangan Tuhan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kaitannya dengan doa, Asy’ariyah menempatkan doa sebagai bagian tak terpisahkan dari usaha itu sendiri. Usaha seseorang agar dapat berjalan dengan lancar haruslah disertai dengan permohonan doa yang maksimal kepada Tuhan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adapun Maturidiyah, memandang manusia harus memiliki kemampuan berbuat dan berusaha, agar kewajiban-kewajiban yang dibebankan kepadanya dapat dilaksanakan. Al-Maturidi—sebagai peletak dasar teologi Maturidiyah—berpendapat bahwa daya atau usaha adalah berasal dari manusia itu sendiri, karena daya diciptakan dalam diri manusia dan perbuatan yang dilakukan adalah perbuatan manusia sendiri dalam arti yang sebenarnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut al-Maturidi seorang hamba berusaha mengerjakan suatu pekerjaan dengan potensi yang diciptakan dalam dirinya, dan dengan potensi itu pula ia dapat tidak mengerjakan perbuatan itu. Ia sepenuhnya bebas untuk memilih apakah akan mengerjakan atau meninggalkan sesuatu itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari pernyataan di atas, kita bisa melihat bahwa konsep usaha menurut Maturidiyah berbeda dengan konsep usaha Asy’ariyah, sebab Maturidiyah memposisikan usaha atau daya sebagai sesuatu yang berasal dari manusia itu sendiri. Sementara Asy’ariyah menganggap usaha sebagai sesuatu yang berasal dari Tuhan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kaitannya dengan doa, Maturidiyah tetap menganggap doa sebagai hal yang penting untuk menyokong usaha manusia, karena tanpa doa, usaha yang dilakukan oleh manusia tidaklah lengkap dan sempurna.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;C. Konsep Usaha dan Doa Menurut Syi’ah&lt;br /&gt;Kata Syi’ah berasal dari bahasa Arab yang berarti puak, pengikut, atau partai. Apabila diambil dalam bentuk kata kerja, maka akan berarti berpihak, mengikuti, menggabungkan diri, menjadi anggota (partai). Pengertian ini menunjukkan pada arti dasar kata Syi’ah tersebut, yang pada perkembangannya mengalami pergeseran makna, dari makna dasar yang bersifat umum kepada makna khusus.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pengertian Syi’ah yang dimaksud di sini ialah Syi’ah ‘Ali, yang dalam konteks kesejarahannya sering hanya disebut Syi’ah. Dalam pengertian ini, Syi’ah berarti kelompok masyarakat yang memihak dan sangat memuliakan ‘Ali bin Abi Thalib beserta keturunannya, yang lambat laun membangun dirinya menjadi sebuah aliran dalam Islam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks usaha atau perbuatan manusia, Syi’ah menganggap bahwa perbuatan-perbuatan dan usaha manusia, dari satu sisi, hakikatnya memang merupakan perbuatan manusia, manusialah yang menjadi sebabnya, dan perbuatan-perbuatan itu berada di bawah kemampuan dan pilihan manusia. Manusia, menurut aliran ini, mempunyai kemampuan dan usaha atas perbuatannya itu. Akan tetapi, di sisi lain Allah-lah yang memberikan kemampuan kepada manusia untuk melakukan suatu usaha.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari pernyataan di atas, dapat kita lihat bahwasanya Syi’ah memposisikan usaha tidak semata-mata berasal dari manusia, tetapi juga berasal dari Allah sebagai Dzat yang menciptakan potensi berusaha kepada manusia. Pendapat mereka dalam hal perbuatan dan usaha manusia lebih tinggi dari pendapat Asy’ariyah dan lebih rendah dari Mu’tazilah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adapun dalam hal doa, Syi’ah tetap menganggap doa sebagai usaha yang penting dilakukan demi tercapainya suatu hal yang kita inginkan. Doa dipanjatkan sebagai pelengkap dari usaha yang kita lakukan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;D. Konsep Usaha dan Doa Menurut Salafiyah&lt;br /&gt;Salafiyah ialah orang-orang yang mengidentifikasikan pemikiran mereka dengan pemikiran para salaf. Mereka muncul pada abad ke-4 Hijriyah. Mereka terdiri dari ulama mazhab Hanbali yang berpendapat bahwa garis besar pemikiran mereka bermuara pada pemikiran Imam Ahmad bin Hanbal yang menghidupkan akidah ulama salaf dan berusaha memerangi paham lainnya.&lt;br /&gt;Aliran ini muncul kembali pada abad ke-7 Hijriyah, dengan dihidupkan oleh Ibn Taimiyah, seorang ulama yang di kemudian hari dikenal dengan julukan Syaikh al-Islam, yang menyiarkan ajaran aliran ini dengan gencar. Ia menambahkan beberapa hal dengan mengaktualisasikan pemikiran paham ini sesuai dengan kondisi zamannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ibn Taimiyah, Allah menciptakan hamba dan segenap potensi yang dimilikinya, sedangkan hamba melakukan apa saja yang dikehendakinya dengan kekuasaan dan kehendak-Nya. Ibn Taimiyah juga mengakui bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak dan hamba mempunyai daya (usaha) serta dapat merasakan efek kekuasaan Allah itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, Ibn Taimiyah juga berpendapat bahwa usaha hamba dihubungkan kepada hamba itu sendiri karena ia memiliki potensi, dan dihubungkan kepada Allah dengan anggapan bahwa Allah yang menciptakan potensi itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Imam Muhammad Abu Zahrah memandang bahwa mazhab Salafiyah dalam memandang usaha dan perbuatan manusia berada di jalan tengah antara Mu’tazilah dan Asy’ariyah. Secara singkat, pendapat mereka dekat dengan mazhab Maturidiyah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adapun dalam hal doa, tidak diragukan lagi bahwa mazhab Salafiyah sangat menjunjung tinggi doa dalam kegiatan sehari-hari mereka. Usaha yang dilakukan tanpa disertai dengan doa adalah perbuatan yang sia-sia. Doa dalam pandangan mazhab ini dilakukan sejalan dengan usaha. Tidak seperti Mu’tazilah yang jauh lebih menitikberatkan usaha ketimbang doa kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wallâhu a’lam bi al-shawâb&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Abu Zahrah, Muhammad. &lt;em&gt;Aliran Politik dan Aqidah dalam Islam&lt;/em&gt;, terj. Abd. Rahman Dahlan dan Ahmad Qarib. Jakarta: Logos, 1996, cet. ke-1. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Gholib, Achmad. &lt;em&gt;Teologi dalam Perspektif Islam.&lt;/em&gt; Jakarta: UIN Jakarta Press, 2005, cet. ke-1.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nasution, Harun. &lt;em&gt;Teologi Islam: Aliran-aliran, Sejarah, Analisa, dan Perbandingan&lt;/em&gt;. Jakarta: UI Press, 1986, cet. ke-5.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/990765487944920917-3662574889521936436?l=ariefmahmudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/feeds/3662574889521936436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=990765487944920917&amp;postID=3662574889521936436' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/3662574889521936436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/3662574889521936436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/2008/06/usaha-dan-doa-menurut-sekte-sekte-islam.html' title='Usaha dan Doa Menurut Sekte-sekte Islam (Makalah Kelompok M.K. Ilmu Kalam II)'/><author><name>Arief Mahmudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06770635749009762998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-iwfa04o_H_s/Tsr9piAvWjI/AAAAAAAAAIQ/3YqRHMl6FtI/s220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-990765487944920917.post-7446547171555025293</id><published>2008-04-25T17:24:00.003+07:00</published><updated>2008-07-16T20:31:20.857+07:00</updated><title type='text'>SELAMAT ATAS DIWISUDANYA RAHMAT HM (KETUA FLP WILAYAH JABEDECI)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_LXLSLorpSHU/SBGxtcx4KzI/AAAAAAAAABc/XA91r7uc2D4/s1600-h/LogoFLP-flp2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5193127239712516914" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: pointer; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_LXLSLorpSHU/SBGxtcx4KzI/AAAAAAAAABc/XA91r7uc2D4/s320/LogoFLP-flp2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;ARIEF MAHMUDI MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS DIWISUDANYA: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;u&gt;RAHMAT HIDAYAT MUSLIM, S.Sos.I &lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;KETUA FLP WILAYAH JABEDECI &amp;amp; KADER FLP CIPUTAT &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;SEMOGA SEGALA ILMU YANG DIDAPATKAN SEMASA KULIAH BISA DIAPLIKASIKAN &amp;amp; BERGUNA BAGI MASYARAKAT LUAS&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/990765487944920917-7446547171555025293?l=ariefmahmudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/feeds/7446547171555025293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=990765487944920917&amp;postID=7446547171555025293' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/7446547171555025293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/7446547171555025293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/2008/04/selamat-atas-diwisudanya-rahmat-hm.html' title='SELAMAT ATAS DIWISUDANYA RAHMAT HM (KETUA FLP WILAYAH JABEDECI)'/><author><name>Arief Mahmudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06770635749009762998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-iwfa04o_H_s/Tsr9piAvWjI/AAAAAAAAAIQ/3YqRHMl6FtI/s220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_LXLSLorpSHU/SBGxtcx4KzI/AAAAAAAAABc/XA91r7uc2D4/s72-c/LogoFLP-flp2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-990765487944920917.post-3396264398153731695</id><published>2008-01-08T12:09:00.001+07:00</published><updated>2008-07-16T20:32:00.803+07:00</updated><title type='text'>Pelajaran Berharga dari Pipiet Senja</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Pelajaran Berharga dari Pipiet Senja&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Arief Mahmudi&lt;br /&gt;Forum Lingkar Pena (FLP) Ciputat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Sabtu (29/12/2007) lalu, saya kembali berkesempatan mengikuti Lokakarya Cerpen Dwibulan (LCD) 4 yang diadakan oleh Forum Lingkar Pena (FLP) wilayah DKI Jakarta, Bekasi, Depok, dan Ciputat (Jabedeci). FLP Ciputat sendiri bertindak sebagai tuan rumah pada LCD 4 kali ini. Acara yang berlangsung di Aula Irmafa (Ikatan Remaja Masjid Fathullah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) lantai 2 ini menghadirkan penulis senior Pipiet Senja sebagai pembicara yang membedah cerpen para peserta. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya pribadi, acara ini merupakan keikutsertaan saya yang kedua, setelah sebelumnya pada Sabtu (3/11/2007) lalu saya berkesempatan mengikuti LCD 3 yang diselenggarakan FLP DKI Jakarta di Kantor Redaksi Majalah ANNIDA (lihat:&lt;a href="http://mahmudi.multiply.com/journal/item/106"&gt;http://mahmudi.multiply.com/journal/item/106&lt;/a&gt;). Sebagai seorang anggota pemula, dua kali terpilih sebagai perwakilan FLP Ciputat dalam ajang LCD merupakan sebuah prestasi tersendiri bagi saya. Semoga di LCD berikutnya saya bisa kembali terpilih mewakili FLP Ciputat. &lt;em&gt;Âmîn.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada acara tersebut, Pipiet Senja memberikan banyak pelajaran kepada para peserta yang hadir. Saran dan kritikan Teh Pipiet—begitu beliau biasa disapa—disampaikan dengan rasa humor yang membuat para peserta betah duduk mendengarkan “nasihat” dari penulis senior ini. Walaupun begitu, sesuai dengan pesannya di awal pembicaraan, beliau memberikan penilaian yang apa adanya. Mudahnya, kalau jelek ya dibilang jelek, kalau bagus ya dibilang bagus. Jadi kepada peserta yang dikritik pedas, jangan sampai sakit hati. Begitulah Teh Pipiet berpesan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Cerpen saya—sebagai salah satu cerpen dari total dua puluh cerpen—tak luput dari penilaian beliau. Teh Pipiet menilai cerpen saya yang berjudul &lt;em&gt;Karena Mati Itu Indah&lt;/em&gt; kurang lebih sebagai berikut:&lt;br /&gt;- Cerpen ini adalah contoh cerpen sarkastik&lt;br /&gt;- Penggunaan bahasa dan diksi sudah bagus&lt;br /&gt;- Paragraf awal (yang menceritakan tentang kebijaksanaan dan tanggung jawab Khalifah ‘Umar—&lt;em&gt;pen&lt;/em&gt;.) tidak perlu dimasukkan, karena pembaca sudah mengerti mengenai cerita tentang ‘Umar itu&lt;br /&gt;- Layak dimuat, setelah terlebih dahulu direvisi (sesuai poin ketiga di atas)&lt;br /&gt;Demikian penilaian dari Teh Pipiet.&lt;br /&gt;Sayangnya, tidak seperti LCD 3 sebelumnya, pada LCD 4 ini Teh Pipiet tidak memberikan peringkat pada dua puluh cerpen yang dibedah, sehingga cerpen saya masih belum jelas benar kedudukannya di antara cerpen-cerpen lain yang bagus itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari itu semua, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Teh Pipiet Senja yang telah memberikan banyak ilmu kepada kami yang hadir. Semoga ilmu yang diberikan dapat kami manfaatkan dalam aktivitas menulis sehari-hari. Juga rasa terima kasih saya kepada segenap Keluarga Besar FLP Ciputat yang telah sukses mengemas acara dari awal sampai akhir dengan baik, terutama untuk Bang Andro Mediawan (yang telah datang jauh-jauh dari Bandung), Mas R.W. Dodo, Mas Rahmat H.M., dan lain-lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, saya berharap agar di LCD selanjutnya, saya bisa kembali lolos seleksi, sehingga saya bisa menyumbangkan cerpen saya untuk dibedah dan diberi masukan serta kritikan. Karena dengan pembedahan naskah cerpen itu, saya jadi tahu sejauh mana kekurangan dan kesalahan saya dalam menulis, serta dapat mengambil pelajaran dari penulis yang membedah cerpen para peserta. Mohon doanya ya… &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wallâhu a’lam bi al-shawâb&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/990765487944920917-3396264398153731695?l=ariefmahmudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/feeds/3396264398153731695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=990765487944920917&amp;postID=3396264398153731695' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/3396264398153731695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/3396264398153731695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/2008/01/pelajaran-berharga-dari-pipiet-senja.html' title='Pelajaran Berharga dari Pipiet Senja'/><author><name>Arief Mahmudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06770635749009762998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-iwfa04o_H_s/Tsr9piAvWjI/AAAAAAAAAIQ/3YqRHMl6FtI/s220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-990765487944920917.post-1887370466483942764</id><published>2007-11-11T17:06:00.001+07:00</published><updated>2008-07-16T20:33:09.907+07:00</updated><title type='text'>PELAJARAN BERHARGA DARI UTAN KAYU</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;PELAJARAN BERHARGA DARI UTAN KAYU&lt;br /&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;Oleh: Arief Mahmudi&lt;br /&gt;Anggota Forum Lingkar Pena (FLP) Ciputat Angkatan IV&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hari Sabtu lalu (3/11) saya mendapat sebuah pelajaran yang cukup berharga. Pada hari itu saya berkesempatan mengunjungi kantor majalah &lt;a href="http://ummigroup.co.id/"&gt;Annida&lt;/a&gt; di Jalan Mede No. 42 Utan Kayu Jakarta Timur. Di tempat tersebut diadakan acara Lokakarya Cerpen Dwibulan (LCD) 3 yang digagas oleh Forum Lingkar Pena (FLP) dari wilayah Jabedeci (Jakarta, Bekasi, Depok dan Ciputat). Saya sendiri hadir sebagai salah seorang utusan dari FLP Ciputat, bersama dengan R.W. Dodo, Qory Dewi dan Ali Rif’an. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya saya akan menjelaskan mengapa saya bisa sampai diutus oleh FLP Ciputat ke acara LCD 3 tersebut. Pada tanggal 20 Oktober lalu, kami—anggota FLP Ciputat angkatan IV—diberitahu oleh @ndro Mediawan, selaku Ketua FLP Ciputat, untuk segera mengumpulkan cerpen karena akan ada pengiriman karya cerpen dari anggota baru ke pertemuan FLP se-Jabedeci. Saya pun akhirnya mengumpulkan cerpen buatan saya—yang sebenarnya sudah selesai saya kerjakan pada saat liburan Lebaran lalu—pada hari Rabu (24/10), tepat di hari akhir pengumpulan dalam bentuk soft copy. Saya sendiri mengumpulkan cerpen tersebut bersama dengan teman sekelas saya, Aji Payumi, di Rumah Cahaya FLP Ciputat. Cerpen tersebut saya serahkan langsung pada @ndro. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tiga hari setelahnya, (27/10), saat acara pelatihan rutin akan segera dimulai, nama saya dipanggil oleh @ndro. Selain nama saya, disebut juga dua nama anggota baru—yang kesemuanya perempuan—yaitu Siska Puspitasari dan Qory Dewi. Ada apa gerangan nama saya dipanggil? Ternyata, cerpen saya berhasil lolos seleksi dan diputuskan untuk dikirim bersama dengan empat cerpen lainnya, yaitu dua cerpen karya anggota baru dan dua lainnya karya anggota lama. Saya pun merasa gembira sekaligus setengah percaya, mengingat saya masih pemula dalam menulis dan begitu banyaknya anggota baru di FLP Ciputat, sehingga kemungkinan cerpen saya diterima begitu kecil. Alhamdulillâh, rupanya Allah punya kehendak lain. Karya saya diizinkanNya menjadi salah satu karya terbaik dan selanjutnya dikirim dalam ajang pertemuan FLP se-Jabedeci. &lt;em&gt;Lakal hamdu yâ Rabb…&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, saya pun mendapat pesan singkat dari mbak Lina Marlina untuk hadir pada Sabtu dan kumpul di Masjid Fathullah pukul delapan. Akhirnya saya pun berangkat—walaupun harus absen pada mata kuliah Logika—bersama dengan R.W. Dodo dan Ali Rif’an (dua-duanya adalah anak PAI, sama dengan saya, yang berbeda hanya Dodo yang sudah semester 7, sedangkan saya dan Ali sekelas). Kami bertiga sampai di sana pada pukul 10 lebih. Hingga pukul 10 lebih, acara masih belum dimulai—padahal seharusnya dimulai tepat pukul 10. Maklumlah, saat itu hujan cukup lebat sedang menyelimuti kawasan Utan Kayu dan sekitarnya, sehingga acara baru dimulai bakda salat zuhur. Hadir sebagai kurator/penilai/kritikus, redaktur dari majalah Annida, mbak Rahmadiyanti. Dan bertindak sebagai moderator adalah mas Billy Antoro, ketua FLP DKI Jakarta. Hadir pula peserta dari FLP DKI Jakarta, Bekasi dan Ciputat—minus Depok yang seluruhnya tidak bisa hadir. Dari FLP Ciputat sendiri, yang hadir ialah saya, R.W. Dodo dan Qory Dewi. Sementara Siska Puspitasari dan Lina Marlina tidak bisa hadir. Yang disebut terakhir diwakili oleh Ali Rif’an. Setelah acara dibuka, kami pun diberikan fotokopi ulasan singkat cerpen-cerpen peserta dari mbak Rahmadiyanti. Terdapat duapuluh cerpen dari duapuluh penulis—satu cabang FLP mengirim lima cerpen terbaik dari lima penulis—di mana masing-masing cerpen tersebut dinilai dan (bila perlu) dikritisi oleh mbak Rahmadiyanti. Cerpen saya yang berjudul Muadzin—yang kemudian diganti judulnya oleh @ndro menjadi Gara-gara Muadzin—tak luput dari masukan dan kritik mbak Rahmadiyanti. Ia menulis dalam fotokopi ulasan tersebut:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Cerpen ini berpotensi menjadi cerpen yang menarik, cerpen yang menggugah kesadaran seorang muslim—bukan hanya terhadap panggilan shalat tapi juga tentang sebuah semangat. Cerpen akan lebih kuat bila penulis memperkuat cerita pada sang muadzin.&lt;br /&gt;Masukan:&lt;br /&gt;o Tak perlu kalimat “Allahu akbar” pada awal cerpen, langsung masuk ke kekesalan Hendra, misalnya: Lagi-lagi pagi Hendra terusik. Suara adzan itu telah mengganggu hari-harinya belakangan ini.&lt;br /&gt;o Gali lebih banyak tentang muadzin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dan, &lt;em&gt;alhamdulillâh&lt;/em&gt; untuk kesekian kalinya, cerpen perdana saya di FLP Ciputat ini berhasil meraih peringkat 7 dari 20 cerpen yang terkumpul. Inilah data lengkap peringkat cerpen LCD 3 FLP Jabedeci:&lt;br /&gt;1. Calabai (Emil Akbar – FLP Depok)&lt;br /&gt;2. Dilarang Menjala Ikan di Hari Sabtu (Denny Prabowo – FLP Depok)&lt;br /&gt;3. Dia Bernama Gagah (Herti Windya – FLP Bekasi)&lt;br /&gt;4. Nurani dan Surga (Tim Kreatif FLP [alias R.W. Dodo] – FLP Ciputat)&lt;br /&gt;5. Semacam Isyarat (Nurhadiansyah – FLP Depok)&lt;br /&gt;6. Noda Merah Putih (Lina Marlina – FLP Ciputat)&lt;br /&gt;7. &lt;strong&gt;Gara-gara Muadzin (Arief Mahmudi&lt;/strong&gt; – &lt;strong&gt;FLP Ciputat)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;8. Polisi Cepek (Fiyan Arjun – FLP DKI Jakarta)&lt;br /&gt;9. Bisikan Lonceng (Chras Dini Sabewa – FLP Depok)&lt;br /&gt;10. Virus Sinetron (Qory Dewi – FLP Ciputat)&lt;br /&gt;11. Duka Senja (Gendut Pujiyanto – FLP DKI Jakarta)&lt;br /&gt;12. Lomba Cerpen (Dhinny el Fazila – FLP Depok)&lt;br /&gt;13. Sekeping Hati yang Tertinggal (Elvira Suryani – FLP Bekasi)&lt;br /&gt;14. Musuhku Sahabatku (Nabilah – FLP DKI Jakarta)&lt;br /&gt;15. Rindukan Hidup (Fq Ramdani – FLP DKI Jakarta)&lt;br /&gt;16. Ah, Ternyata… (Siti Jumaeni – FLP Bekasi)&lt;br /&gt;17. Di Balik Senyum Shasi (Sunarti – FLP Bekasi)&lt;br /&gt;18. Ada Bunga di Perpustakaan (Herlan Wilandarian Syah – FLP Bekasi)&lt;br /&gt;19. Buat Aku Terkenal (Siska Puspitasari – FLP Ciputat)&lt;br /&gt;20. Bagai Kardus Dibelah Dua (Bunga Ramona – FLP DKI Jakarta)&lt;br /&gt;Dengan pencapaian ini, saya menjadi termotivasi untuk menghasilkan lebih banyak karya yang mampu memberikan manfaat kepada orang lain. Doakan saya agar lebih optimal lagi dalam belajar dan terus belajar, serta tidak cepat merasa puas atas hasil yang saya dapatkan pada hari ini. &lt;em&gt;Âmîn.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks to: Allah &lt;em&gt;‘Azza wa Jalla&lt;/em&gt; atas perkenanNya; teman-teman di FLP Ciputat yang telah memilih cerpen saya hingga bisa sampai di LCD 3 FLP Jabedeci, utamanya untuk bang @ndro Mediawan, mas R.W. Dodo, mbak Lina Marlina, Ahmad Sidrotul Muntaha, Aji Payumi, Ali Rif’an; teman-teman di FLP DKI Jakarta, Bekasi dan Depok, utamanya untuk mas Billy Antoro (Ketua FLP DKI Jakarta), Ali Satri Efendi (kenalan baruku di FLP Bekasi); teman-teman di rumah: Arif Parmadi dan Hendri Siswoyo Putro (thanks atas kritik dan motivasinya); serta semua yang telah banyak mensupport dan memberikan inspirasi kesusastraan pada saya: Pak Takdir Firman Nirwana, S.Psi., Pak Drs. H. Mudjahid Halim (atas doa-doa yang Bapak panjatkan di banyak kesempatan), Ibu T.F. Aritonang, Habiburrahman El Shirazy, Ahmad Tohari, HAMKA, Hamsad Rangkuti, Umar Kayam, Pramoedya Ananta Toer; dan spesial buat mbak Rahmadiyanti (redaktur majalah Annida yang telah meluangkan waktunya untuk membaca cerpen saya sekaligus mengkritisnya), dan semua pihak yang tidak bisa disebut satu per satu. Semoga Allah membalas kebaikan kalian semua. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/990765487944920917-1887370466483942764?l=ariefmahmudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/feeds/1887370466483942764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=990765487944920917&amp;postID=1887370466483942764' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/1887370466483942764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/1887370466483942764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/2007/11/pelajaran-berharga-dari-utan-kayu.html' title='PELAJARAN BERHARGA DARI UTAN KAYU'/><author><name>Arief Mahmudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06770635749009762998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-iwfa04o_H_s/Tsr9piAvWjI/AAAAAAAAAIQ/3YqRHMl6FtI/s220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-990765487944920917.post-6235266914625165654</id><published>2007-10-08T13:41:00.000+07:00</published><updated>2007-10-08T13:48:53.812+07:00</updated><title type='text'>Mendudukkan Persoalan Palestina Sesuai pada Tempatnya</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Mendudukkan Persoalan Palestina Sesuai pada Tempatnya&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Oleh: Arief Mahmudi&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;                             Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila saya menyebut kata "Palestina", apa yang kira-kira terbersit dalam pikiran Anda? Mungkin jawabannya bermacam-macam. Bisa cuek-cuek saja, apatis, sedih, geram, bersemangat—sambil (mungkin) tangan kanan mengepal dan memancarkan muka penuh kebencian terhadap Israel, penjajah negeri tersebut—atau apapun. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, saya melihat persoalan Palestina akhir-akhir ini sebagai persoalan yang begitu sensitif. Sensitivisme itu terlihat terutama di kalangan umat Islam yang mayoritas di negeri ini. Banyak aksi-aksi demonstrasi (dalam bahasa para aktivis dakwah disebut &lt;em&gt;munasharah&lt;/em&gt;) yang entah sudah berapa ribu kali dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat. Saya menilai wajar bila ada perasaan sensitif di kalangan umat Islam. Saya sadar dengan sepenuh hati bahwa masalah Palestina adalah sebuah masalah yang sangat pelik. Masalah Palestina bukan semata-mata masalah rebutan tanah dengan Israel yang berlatar belakang dari ras/agama Yahudi. Masalah Palestina, sebagaimana sering saya dengar dari media dan pengajian sewaktu SMA dulu, adalah masalah mempertahankan akidah dan harga diri (&lt;em&gt;‘izzah&lt;/em&gt;) Islam dan kaum Muslimin dari kaum Yahudi zionis. Di Palestina—sebagaimana kita ketahui bersama—berdiri Masjid al-Aqsha yang menjadi kiblat pertama umat Islam sekaligus Yerusalem sebagai tanah suci ketiga umat Islam setelah Makkah al-Mukarramah dan Madinah al-Munawwarah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun ada sebuah pertanyaan yang cukup menggelitik saya belakangan ini: Bagaimana &lt;em&gt;sih&lt;/em&gt; kita memposisikan masalah Palestina? Saya kira, kita harus memposisikan masalah Palestina sesuai dengan tempatnya. Maksud saya, tidak terlalu ekstrim mendukung maupun—sebaliknya—cuek-cuek saja. Saya banyak melihat masyarakat Indonesia sekarang—terutama yang berkutat di gerakan dakwah Islam—yang begitu &lt;em&gt;concern&lt;/em&gt; terhadap perkembangan Palestina dari hari ke hari. Mereka begitu semangat membela perjuangan bangsa Palestina, saudara saya dan mereka, baik dengan harta sampai jiwa dan raga. Setiap aksi &lt;em&gt;munasharah&lt;/em&gt; pasti didatangi. Kotak &lt;em&gt;sunduq&lt;/em&gt; perjuangan penuh terisi oleh mereka yang ingin berjihad dengan harta benda. Dari aksesoris mereka pun, seperti emblem/&lt;em&gt;badge&lt;/em&gt; yang dijahit di tas atau jaket ataupun stiker yang ditempel di kendaraan, banyak berlambangkan Palestina. Misalnya lambang bendera Palestina atau tulisan &lt;em&gt;"Save Our Palestine"&lt;/em&gt;. Ya, hal itu tidak salah. Sama sekali tidak salah. Namun, kalau boleh, saya hendak mengkritisi rasa keindonesiaan mereka. Saya banyak melihat para aktivis tersebut—sekali lagi saya tuliskan "banyak", bukan "seluruhnya"—yang masih kurang "peka" terhadap negeri sendiri. Maaf, saya sering melihat para aktivis tersebut yang begitu bersemangat, berpanas-panasan dalam banyak aksi &lt;em&gt;munasharah&lt;/em&gt;, namun tidak mau berpartisipasi dalam peringatan kemerdekaan Republik Indonesia yang setahun sekali itu. Banyak pula dari mereka yang bersedia datang dalam aksi &lt;em&gt;munasharah&lt;/em&gt; membela negeri Palestina di pinggir jalan atau lapangan terbuka, namun, selepas acara, sampah berceceran di mana-mana, mengotori negeri sendiri. Sementara mereka bertakbir dan berteriak-teriak menggemakan kemerdekaan Palestina, negeri yang terletak di negeri seberang sana. Banyak dari mereka yang siap menurunkan massa dalam jumlah besar dalam menentang aksi penyerangan Israel terhadap Palestina, namun terdiam seribu bahasa, tak melakukan aksi apapun, ketika warga Porong, Sidoarjo, saudara mereka yang terdekat, tersembur lumpur panas hitam Lapindo. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Poin yang hendak saya kemukakan dari penjelasan di atas adalah:&lt;br /&gt;(1) silahkan saja mencintai Palestina se-cinta-cintanya, namun jangan lupa kita ini tinggal di mana? Kita tinggal di Indonesia, sebuah negeri yang hingga kini masih butuh kontribusi putra/putri bangsa sendiri. Disadari atau tidak, kita punya kewajiban moral terhadap kelangsungan bangsa dan negeri sendiri; (2) silahkan saja membenci Israel ataupun penjajah lainnya di muka bumi ini, namun jangan sekali-kali melupakan aspek kasih sayang dan misi Islam sebagai &lt;em&gt;ra&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;matan lil’âlamîn&lt;/em&gt; (rahmat bagi semesta alam). Jangan sampai sikap kita yang tegas—bukan keras!—terhadap penjajah, disalah pahami sedemikian rupa sehingga muncul anggapan bahwa Islam adalah agama yang membenarkan teror dan penuh kekerasan. Peliharalah rasa cinta agama ini secara proporsional. Jangan berlebih-lebihan dalam beragama; (3) ketahuilah, bahwa yang harus kita [saya dan umat Islam lainnya] anggap sebagai penjajah Palestina adalah bangsa Yahudi zionis yang memang benar-benar membenci Islam dan kaum Muslimin lahir batin. Tidak semua Yahudi itu zionis. Tidak semua Yahudi itu setuju dengan penjajahan kaum zionis di Palestina. Masih ada Yahudi-Yahudi yang sama sekali menolak penjajahan di Palestina. Untuk itu, berbuat adillah. Jangan menggeneralisasi semua Yahudi itu zionis. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf lahir dan batin&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wallâhu a’lam… &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/990765487944920917-6235266914625165654?l=ariefmahmudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/feeds/6235266914625165654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=990765487944920917&amp;postID=6235266914625165654' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/6235266914625165654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/6235266914625165654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/2007/10/mendudukkan-persoalan-palestina-sesuai.html' title='Mendudukkan Persoalan Palestina Sesuai pada Tempatnya'/><author><name>Arief Mahmudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06770635749009762998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-iwfa04o_H_s/Tsr9piAvWjI/AAAAAAAAAIQ/3YqRHMl6FtI/s220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-990765487944920917.post-6954439339126034549</id><published>2007-10-08T13:38:00.000+07:00</published><updated>2007-10-08T13:41:31.744+07:00</updated><title type='text'>Nilai Indeks Prestasi (IP) yang Tak Pasti</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nilai Indeks Prestasi (IP) yang Tak Pasti&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Nggak &lt;/em&gt;terasa sekarang saya sudah berada di semester III. Namun ada perasaan gundah bercampur &lt;em&gt;deg-degan&lt;/em&gt; yang saya rasakan sampai hari ini. Ya, perasaan itu cukup menyita perhatian saya dan juga teman-teman lain di kelas. Apa sebab? Ternyata &lt;em&gt;eh &lt;/em&gt;ternyata &lt;em&gt;nih&lt;/em&gt;, ada sedikit masalah pada nilai di semester II lalu. Dari 11 mata kuliah (MK) yang ada, baru 10 MK yang nilainya sudah keluar. Hanya satu MK saja yang hingga detik ini nilainya belum keluar, yaitu MK Filsafat Umum. Sang dosen—ketika ditanya oleh ketua kelas kami—menjawab bahwa pada waktu penyerahan nilai ke fakultas, beliau sedang sakit. Hingga pekan pertama semester III telah berjalan pun, nilainya belum sempat diserahkan ke fakultas oleh Ibu dosen. &lt;em&gt;Nggak tau dech&lt;/em&gt; hari ini. &lt;em&gt;Apa nilainya sudah diserahkan ke fakultas, Bu?&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang jadi masalah sekarang: karena tinggal satu MK lagi yang nilainya belum diketahui, perhitungan IP manual (oleh mahasiswa sendiri) tidak bisa dilakukan dengan akurat. Yang ada hanya spekulasi nan tak pasti dari teman-teman. "&lt;em&gt;Oh, nilai&lt;/em&gt; (Filsafat Umum—red) &lt;em&gt;gue&lt;/em&gt; (mungkin) &lt;em&gt;A nih&lt;/em&gt;," begitu (contoh) prediksi teman-teman di kelas. Adapun perhitungan IP "resmi" dari fakultas—seperti pengalaman di semester I lalu—baru bisa dilihat di akhir semester. Akhir &lt;em&gt;banget&lt;/em&gt;! Jadi kurang &lt;em&gt;greget&lt;/em&gt;. Anak-anak (baca: mahasiswa) sudah tak sabar menanti. &lt;em&gt;Yah&lt;/em&gt;, saya &lt;em&gt;sih&lt;/em&gt; berharap nilai semester II sudah lengkap semua ketika kami masuk setelah libur lebaran ini, sehingga mahasiswa—khususnya yang sekarang duduk di III/B—bisa bernapas lega dan bisa menghitung IP secara manual. Perhitungan manual ini nanti bisa jadi "senjata pamungkas" mahasiswa bila IP resmi dari fakultas mengalami kesalahan tertentu—misalnya salah memasukkan nilai, seharusnya A jadi ditulis B—dan pada gilirannya mahasiswa bisa mengajukan klaim ke jurusan kemudian ke fakultas untuk segera mengoreksi nilai yang salah tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari kekurangan di atas, tidak ada salahnya bila saya mempublikasikan nilai di semester II lalu—walaupun masih kurang lengkap. Dan, inilah nilai-nilai saya di semester II: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;‘Ulûm al-Qur’ân&lt;/em&gt; (2 sks) : A&lt;br /&gt;Fiqh Munakahat (2 sks) : A&lt;br /&gt;Psikologi Pendidikan (2 sks) : A&lt;br /&gt;Bahasa Arab 2 (2 sks) : A&lt;br /&gt;Ilmu Pendidikan Islam (2 sks) : A&lt;br /&gt;Sejarah Pendidikan Islam (2 sks) : A&lt;br /&gt;Bahasa Inggris 2 (2 sks) : A&lt;br /&gt;Filsafat Pendidikan (2 sks) : A&lt;br /&gt;&lt;em&gt;‘Ulûm al-Hadîts&lt;/em&gt; (2 sks) : A&lt;br /&gt;Bahasa Indonesia / Penguatan (0 sks) : B&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sejauh ini—minus nilai Filsafat Umum—IP saya berada di kisaran 4,0. Yaitu&lt;br /&gt;A=9 MKx(4x2 sks)=72.&lt;br /&gt;B=1 MKx(3x0 sks)=0.&lt;br /&gt;72 : 18 (jml sks)=&lt;strong&gt;4,0&lt;/strong&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Alhamdulillâh…&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/990765487944920917-6954439339126034549?l=ariefmahmudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/feeds/6954439339126034549/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=990765487944920917&amp;postID=6954439339126034549' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/6954439339126034549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/6954439339126034549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/2007/10/nilai-indeks-prestasi-ip-yang-tak-pasti.html' title='Nilai Indeks Prestasi (IP) yang Tak Pasti'/><author><name>Arief Mahmudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06770635749009762998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-iwfa04o_H_s/Tsr9piAvWjI/AAAAAAAAAIQ/3YqRHMl6FtI/s220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-990765487944920917.post-7715007896118822476</id><published>2007-10-08T13:26:00.000+07:00</published><updated>2007-10-08T13:36:04.174+07:00</updated><title type='text'>FLP Ciputat: "Rumah Baruku"</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_LXLSLorpSHU/RwnPvwztYNI/AAAAAAAAABE/HWsGpcSeFuU/s1600-h/logo-flp.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5118850870945865938" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_LXLSLorpSHU/RwnPvwztYNI/AAAAAAAAABE/HWsGpcSeFuU/s320/logo-flp.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;FLP Ciputat: "Rumah Baruku"&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Arief Mahmudi&lt;br /&gt;Anggota FLP Ciputat Angkatan IV&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Ya, "rumah baru" itu bernama Forum Lingkar Pena (FLP) Ciputat. Terhitung sejak tanggal 20 September lalu saya secara resmi masuk ke "rumah baru" itu. Saya mengikuti program Pelatihan Menulis Kreatif yang rencananya berlangsung dalam waktu lima bulan, yakni sejak September hingga Januari tahun depan. Terus terang, sebenarnya saya sudah lama juga tertarik dengan FLP. Namun karena satu dan lain hal yang terjadi, saya baru bisa menceburkan diri ke organisasi kepenulisan ini pada tahun ini, di saat saya telah menginjak semester III. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Sejauh ini, telah berlangsung dua kali pertemuan yaitu pada tanggal 20 dan 29 September. Pada tanggal 20 September lalu, diadakan &lt;em&gt;technical meeting&lt;/em&gt; yang bertempat di Aula Student Center UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pada acara &lt;em&gt;technical meeting&lt;/em&gt; yang diakhiri dengan berbuka puasa bersama ini turut disisipkan pula diskusi dengan para penulis muda, baik dari FLP Ciputat maupun dari FLP DKI Jakarta. Acara yang dimoderatori oleh @ndro Mediawan, Ketua FLP Ciputat ini, menampilkan para penulis muda yang telah menghasilkan banyak karya, baik cerpen, novel, puisi dsb. Hadir sebagai pembicara di antaranya Billy Antoro (Ketua FLP DKI Jakarta), Weni (FLP DKI Jakarta), Lulu el-Maknun, RW Dodo, dan Destyka Putri (FLP Ciputat). Dalam diskusi ini, banyak pelajaran yang bisa saya ambil dari pengalaman mereka, para penulis muda berbakat. Pengalaman yang mereka ceritakan menjadi tips tersendiri bagi saya (dan kawan-kawan peserta lainnya) yang baru melangkah di dunia tulis-menulis. Misalnya, Billy Antoro yang memberikan beberapa tips seperti: "tulislah sesuatu yang dekat dengan dirimu". Atau juga "bila kita punya ide bagus, secepatnya ide tersebut kita tulis di media seperti kertas". Lalu RW Dodo—yang juga merupakan senior saya di jurusan—memberikan beberapa masukan, seperti pentingnya praktik daripada sekadar berteori, bersedia menerima kritikan dan membuat target-target kepenulisan. Adapun Lulu el-Maknun, yang baru saja meluncurkan novel "Dan Cinta pun Rukuk" yang ia tulis bersama Dani Ardiansyah pada awal tahun ini, memberikan tips seperti pentingnya keyakinan atas usaha yang kita lakukan, dan tak patah semangat bila karya yang kita hasilkan belum kunjung dimuat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Pada tanggal 29-nya, bertempat di Masjid Fathullah UIN Syarif Hidayatullah lantai 2, kami disuguhi materi pertama tentang Perkembangan Sastra dan Dunia Kepenulisan oleh RW Dodo. Pada materi ini Dodo menjelaskan perkembangan dunia sastra tanah air yang mengalami pasang surut. Selain itu ia juga menjelaskan pembagian bidang-bidang karya sastra dewasa ini, yang secara garis besar terbagi dua yaitu: karya fiksi dan nonfiksi. Karya fiksi dapat berupa cerpen, novel maupun puisi. Sedangkan karya nonfiksi misalnya buku materi pelajaran, buku &lt;em&gt;motivation (how to),&lt;/em&gt; buku tentang &lt;em&gt;life skill&lt;/em&gt; dan pengetahuan umum lainnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;em&gt;Anyway&lt;/em&gt;, saya berharap dengan ikutnya saya di Pelatihan Menulis Kreatif ini, saya bisa mendapatkan ilmu sekaligus pengalaman dalam bidang kepenulisan dan dengan modal ini kelak saya bisa sukses menjadi penulis yang handal, profesional dan—tentunya—produktif menghasilkan karya. Semoga! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/990765487944920917-7715007896118822476?l=ariefmahmudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/feeds/7715007896118822476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=990765487944920917&amp;postID=7715007896118822476' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/7715007896118822476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/7715007896118822476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/2007/10/flp-ciputat-rumah-baruku.html' title='FLP Ciputat: &quot;Rumah Baruku&quot;'/><author><name>Arief Mahmudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06770635749009762998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-iwfa04o_H_s/Tsr9piAvWjI/AAAAAAAAAIQ/3YqRHMl6FtI/s220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_LXLSLorpSHU/RwnPvwztYNI/AAAAAAAAABE/HWsGpcSeFuU/s72-c/logo-flp.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-990765487944920917.post-2037109923154255237</id><published>2007-09-18T11:52:00.000+07:00</published><updated>2007-09-18T11:58:11.360+07:00</updated><title type='text'>Tentang Arief Mahmudi</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_LXLSLorpSHU/Ru9ayhMv6uI/AAAAAAAAAA8/-xCcJoxcvX0/s1600-h/My%20Photo.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5111403926040603362" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_LXLSLorpSHU/Ru9ayhMv6uI/AAAAAAAAAA8/-xCcJoxcvX0/s320/My%2520Photo.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Tentang Arief Mahmudi&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pria yang biasa dipanggil Arif ini lahir di Jakarta pada 21 Juni 1988. Anak tunggal dari pasangan Iswandi (kini almarhum) dan Sri Purwiyati ini tumbuh dan berkembang di lingkungan komplek militer, tepatnya di Komplek Kodam Jaya Kramat Jati Jakarta Timur. Ayahnya berasal dari Wates, Yogyakarta, dan ibunya berasal dari Purworejo, Jawa Tengah. Ia bersekolah di Taman Kanak-kanak (TK) Islam Al-Mukriyah Kramat Jati (1993-1994), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dan Ta’limul Qur’an lil Aulad (TQA) Al-Mukriyah Kramat Jati (1995-2003), Sekolah Dasar (SD) Negeri 11 Kramat Jati (1994-2000), Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) Negeri 150 Kramat Jati (2000-2003), Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 42 Halim Perdanakusuma (2003-2006) dan sejak tahun 2006 meneruskan studi ke Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Jurusan Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Ia turut aktif dalam beberapa bidang organisasi, di antaranya Palang Merah Remaja (PMR) SLTP Negeri 150 (2000-2002), Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SLTP Negeri 150 (2001-2002), Majelis Perwakilan Kelas (MPK) SLTP Negeri 150 (2002-2003), Rohani Islam (Rohis) SMA Negeri 42 (2003-2006), Ikatan Rohis se-Jakarta Timur (IKRAR) pada tahun 2004-2005, Karang Taruna RT 001 RW 07 Kelurahan Cijantung sejak 2006, Forum Silaturrahim Alumni Rohis SMA Negeri 42 (Forsilamis) sejak tahun 2006, Lembaga Dakwah Kampus (l.d.k) Syahid UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sejak tahun 2006 selama satu semester, namun—karena satu dan lain hal—ia keluar dari organisasi dakwah ini dan memilih—dalam istilah ia sendiri—menjadi “mahasiswa non-afiliasi”. Dalam bidang kepemimpinan (leadership), ia pernah memegang beberapa amanah, yaitu: Ketua Kelas SD (1995-2000) &amp;amp; SLTP (2002-2003), Ketua OSIS SLTP Negeri 150 Jakarta (2001-2002), Ketua MPK SLTP Negeri 150 Jakarta (2002-2003), Ketua Umum Rohis SMA Negeri 42 Jakarta (2004-2005). Ia pun memiliki minat dalam beberapa bidang kesenian, di antaranya nasyid, marawis (sebagai vokal) dan band (sebagai drummer). Beberapa prestasi pernah ia raih, baik di bidang ilmu umum dan agama, di antaranya: Peringkat I sejak kelas III s.d. VI SD dan II SMP, Peringkat II NEM Tertinggi se-SD Negeri 11 Kramat Jati, Santri Berprestasi TKA/TPA/TQA Al-Mukriyah tahun 2000, Santri Terbaik TKA/TPA/TQA Al-Mukriyah tahun 2000-2001, Peringkat I Santri Berprestasi TKA/TPA/TQA Al-Mukriyah tahun 2001-2002, Juara I Lomba Adzan TKA/TPA Al-Mukriyah tahun 1421 H, Juara I Lomba Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) Ayat-ayat Pilihan se-TKA/TPA/TQA Al-Mukriyah tahun 1999, Juara Unggulan Lomba Mewarnai Gambar dalam Kejuaraan Nasional Mewarnai Gambar Tingkat Nasional tahun 1994, Juara I Lomba Adzan Tingkat Remaja Masjid Hikmatul ‘Ilmi tahun 2004, Juara I Lomba Cerdas Cermat Ilmu Agama se-Kramat Jati tahun 2000, Juara III Lomba Peragaan Shalat TPA dalam Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) IV LPPTKA-BKPRMI se-Jakarta Timur tahun 1999, Juara III Lomba Tarjamah Lafzhiyah dalam FASI V LPPTKA-BKPRMI se-Jakarta Timur tahun 2002, Juara II Lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dalam FASI V se-Jakarta Timur tahun 2002, Juara I Lomba Peragaan Shalat Berjamaah se-Jakarta Timur di Masjid Agung At-Tin tahun 2000, Juara I Lomba Tarjamah Lafzhiyah Tingkat DKI Jakarta dalam FASI IV LPPTKA-BKPRMI tahun 1999. Pria berkacamata yang menggemari nasi goreng, masakan Padang dan masakan buatan ibunya ini (kini) bercita-cita menjadi seorang dosen atau—minimal—menjadi guru. Ia juga berkeinginan suatu saat kelak bisa meneruskan studi di Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan mengarang (beberapa) buku. Motto hidup yang ia pegang adalah adalah “berusaha berbuat yang terbaik dalam menggapai ridha Allah”. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/990765487944920917-2037109923154255237?l=ariefmahmudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/feeds/2037109923154255237/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=990765487944920917&amp;postID=2037109923154255237' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/2037109923154255237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/2037109923154255237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/2007/09/tentang-arief-mahmudi.html' title='Tentang Arief Mahmudi'/><author><name>Arief Mahmudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06770635749009762998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-iwfa04o_H_s/Tsr9piAvWjI/AAAAAAAAAIQ/3YqRHMl6FtI/s220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_LXLSLorpSHU/Ru9ayhMv6uI/AAAAAAAAAA8/-xCcJoxcvX0/s72-c/My%2520Photo.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-990765487944920917.post-5664776327698312924</id><published>2007-07-26T15:46:00.001+07:00</published><updated>2007-07-26T15:58:03.567+07:00</updated><title type='text'>Ayo KRITISI MEREKA!</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;&lt;u&gt;Ayo KRITISI MEREKA!&lt;br /&gt;&lt;/u&gt;Oleh: Arief Mahmudi&lt;br /&gt;Warga DKI Jakarta (No. KTP 09.5406.210688.0199)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff9900;"&gt;Ahad kemarin (22/7) merupakan babak baru dari Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Propinsi DKI Jakarta. Dua pasang Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) yang bertarung dalam Pilkada kali ini, yaitu Adang Daradjatun - Dani Anwar dan Fauzi Bowo - Prijanto hadir memaparkan visi dan misi masing-masing di depan anggota DPRD DKI Jakarta. Adang - Dani yang diusung Partai Keadilan Sejahtera  menyampaikan 9 program untuk membangun Jakarta, yaitu di antaranya: Membangun ekonomi kerakyatan; membangun sistem dan moda transportasi massal yang murah, nyaman dan cepat; merealisasikan pendidikan gratis dari SD hingga SMA; dan sektor lingkungan seperti penanganan sampah dan banjir. Sementara itu Fauzi - Prijanto yang didukung oleh Koalisi 20 partai politik menyampaikan 19 program, yang di antaranya: pengembangan perhubungan dan transportasi; peningkatan akses dan mutu pendidikan; pemberdayaan masyarakat kelurahan, dan peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff9900;"&gt;Visi dan misi yang dibawa oleh masing-masing calon tersebut masih akan terus disuarakan pada masa kampanye yang dimulai sejak kemarin hingga 4 Agustus mendatang. Bagi saya pribadi, pemaparan visi misi (yang juga merupakan janji) dari masing-masing calon merupakan suatu hal yang lumrah dan "harus". Sebab, visi misi itulah yang menjadi alasan masyarakat untuk mencoblos pilihan mereka pada 8 Agustus mendatang. Namun, yang perlu dicatat adalah bagaimana kita sebagai pemilih mampu bersikap kritis atas janji-janji yang mereka lontarkan. Kita tidak hanya "mengangguk-angguk" atau&lt;em&gt; "nrimo"&lt;/em&gt; begitu saja, namun lebih dari itu, kita harus mampu mengkritisi mereka, bila kelak salah satu calon tersebut terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk masa jabatan 2007-2012. Terlepas dari sisi kelemahan mereka sebagai manusia, kita--warga DKI Jakarta--berhak untuk terus menagih janji-janji manis yang belum sempat mereka realisasikan. Tentunya dengan cara yang etis, elegan, dan bertanggung jawab. Ayo KRITISI MEREKA! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/990765487944920917-5664776327698312924?l=ariefmahmudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/feeds/5664776327698312924/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=990765487944920917&amp;postID=5664776327698312924' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/5664776327698312924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/5664776327698312924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/2007/07/ayo-kritisi-mereka.html' title='Ayo KRITISI MEREKA!'/><author><name>Arief Mahmudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06770635749009762998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-iwfa04o_H_s/Tsr9piAvWjI/AAAAAAAAAIQ/3YqRHMl6FtI/s220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-990765487944920917.post-2374638969580532254</id><published>2007-05-31T18:24:00.000+07:00</published><updated>2007-05-31T18:28:29.781+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_LXLSLorpSHU/Rl6xEe4BN7I/AAAAAAAAAA0/95qDPFDMYDk/s1600-h/logo_uingold.png"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5070684921031374770" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_LXLSLorpSHU/Rl6xEe4BN7I/AAAAAAAAAA0/95qDPFDMYDk/s320/logo_uingold.png" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Selamat Ulang Tahun Emas untuk Kampus dan Fakultasku…&lt;br /&gt;&lt;/u&gt;Oleh: Arief Mahmudi&lt;br /&gt;Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan&lt;br /&gt;UIN Syarif Hidayatullah Jakarta&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tepat esok hari, Jum'at (1 Juni 2007) &lt;a href="http://uinjkt.ac.id/"&gt;Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta&lt;/a&gt; genap berulang tahun yang ke-50. 50 tahun yang lalu, (1 Juni 1957), Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA) yang merupakan cikal bakal dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah dan selanjutnya menjadi UIN Syarif Hidayatullah, resmi didirikan. Perubahan demi perubahan terus dialami oleh perguruan tinggi Islam negeri yang terletak di Ciputat ini. Perubahan tersebut tidak hanya bisa dilihat dari segi nama (ADIA-IAIN-UIN), tetapi juga dari berbagai segi. Antara lain dari segi bangunan fisik kampus yang dari masa ke masa terus diperbaiki hingga sekarang ini--yang boleh dibilang cukup megah--maupun dari segi pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dari seluruh civitas akademika yang terdapat di dalamnya. Saya melihat, bahwa pencapaian yang selama ini bisa dirasakan perlu disyukuri, dan tentunya juga terus ditingkatkan. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dalam hemat saya, harus mampu bersaing, tidak hanya dengan perguruan tinggi Islam negeri (UIN, IAIN, STAIN [Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri] lainnya) &amp; perguruan tinggi Islam swasta, tetapi juga dengan banyak perguruan tinggi umum negeri &amp;amp; swasta. Hal ini pula sesungguhnya yang menjadi semangat dari perubahan nama IAIN menjadi UIN. Yaitu sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya menyelenggarakan pendidikan keagamaan, namun lebih dari itu, juga menyelenggarakan pendidikan yang bersifat umum (non-keagamaan). Karena itulah, dari sekarang UIN Syarif Hidayatullah harus bersiap-siap untuk bersaing dengan perguruan tinggi umum negeri dan swasta. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ulang tahun emas UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini juga diikuti oleh ulang tahun salah satu fakultasnya, yaitu Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). Fakultas ini pun genap berusia 50 tahun pada tahun ini. Fakultas yang dahulu bernama Fakultas Tarbiyah ini merupakan fakultas yang terbesar yang ada di UIN Syarif Hidayatullah, yang memiliki begitu banyak mahasiswa dan dosen di dalamnya. Fakultas ini sudah ada sejak ADIA bergabung dengan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) Yogyakarta, yang kemudian menjadi IAIN Jakarta. Saya sebagai salah seorang mahasiswa yang bernaung di bawah fakultas yang mencetak sarjana pendidikan/pendidikan Islam ini merasa bersyukur sekaligus berbangga, karena tahun ini saya bisa merasakan acara demi acara dalam menyambut ulang tahun emas FITK. Kegiatan yang dibuat beraneka ragam, mulai dari perlombaan yang bersifat olahraga maupun kesenian, sampai mengadakan seminar nasional maupun internasional.&lt;br /&gt;Terlepas dari itu semua, saya--dalam kapasitas sebagai mahasiswa--berharap UIN Syarif Hidayatullah maupun FITK semakin maju dan semakin berprestasi, serta dapat mewujudkan cita-cita sebagai World Class University yang unggul dalam segala hal. Dan, terakhir, saya ucapkan, "Selamat Ulang Tahun Emas untuk UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Semoga cita-cita sebagai Universitas Tingkat Dunia dapat segera terwujud, dan FITK bisa menjadi fakultas yang Unggul, Kompetitif dan Profesional. Âmîn…"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/990765487944920917-2374638969580532254?l=ariefmahmudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/feeds/2374638969580532254/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=990765487944920917&amp;postID=2374638969580532254' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/2374638969580532254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/2374638969580532254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/2007/05/selamat-ulang-tahun-emas-untuk-kampus.html' title=''/><author><name>Arief Mahmudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06770635749009762998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-iwfa04o_H_s/Tsr9piAvWjI/AAAAAAAAAIQ/3YqRHMl6FtI/s220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_LXLSLorpSHU/Rl6xEe4BN7I/AAAAAAAAAA0/95qDPFDMYDk/s72-c/logo_uingold.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-990765487944920917.post-9158390834929942653</id><published>2007-05-29T14:41:00.000+07:00</published><updated>2007-05-29T14:46:12.442+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;Pilkada oh Pilkada...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;Oleh: Arief Mahmudi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan  Keguruan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah  Jakarta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Geliat Pemilihan Kepala Daerah  (Pilkada) Propinsi DKI Jakarta semakin terasa. Kita bisa melihat hal tersebut  dari makin maraknya para Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur  (Cawagub) memperkenalkan diri (atau mungkin lebih tepatnya 'mengampanyekan  diri') mereka lewat berbagai media. Bisa media cetak seperti di surat-surat  kabar, majalah, buletin dan sebagainya, ataupun media elektronik seperti radio,  televisi hingga &lt;em&gt;website&lt;/em&gt;. Ataupun spanduk-spanduk dan poster atau stiker  atau &lt;em&gt;leaflet&lt;/em&gt; dan semacamnya. Mereka (para Cagub atau Cagub-Cawagub)  banyak menggunakan jargon-jargon natau slogan tertentu untuk memperkenalkan diri  mereka ke masyarakat luas. Ada yang menggunakan isu perubahan, ada yang  menggunakan isu persatuan, ataupun apalah jenisnya. Jargon-jargon seperti  &lt;strong&gt;"Ayo Benahi Jakarta"&lt;/strong&gt; atau &lt;strong&gt;"Maju dalam  Keberagaman"&lt;/strong&gt; sudah menjadi 'pemandangan yang lazim didapati di  tembok-tembok atau di tiang-tiang listrik sepanjang wilayah Ibukota Republik  Indonesia itu. Dari sekian banyak media promosi yang digunakan para  Cagub-Cawagub tersebut, ada satu poster yang menarik perhatian sekaligus  mencengangkan saya. Poster ini memuat foto seorang Cagub dengan latar belakang  warna biru tua. Yang membuat saya tercengang bukanlah pada foto atau warna  poster tersebut. Namun pada kata-kata di bawah foto sang calon, yaitu: &lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;"Urusan JAKARTA Serahkan Pada AHLINYA (AL-HADIST)".&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;Tulisan di samping saya tulis sebagaimana adanya. Lantas saya berpikir  dalam-dalam. Maksud dari poster itu apa &lt;em&gt;'sih&lt;/em&gt;? Kata-kata &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);font-size:180%;" &gt;"Urusan JAKARTA Serahkan Pada AHLINYA"&lt;/span&gt; adalah wajar,  dalam pengamatan saya. Itu hak dari sang Calon dan tim suksesnya. Tapi kata  sesudah itu: &lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;"(AL-HADIST)&lt;/span&gt;". &lt;/span&gt;Ini yang menjadi  bahan pikiran saya. AL-HADIST di sini maksudnya apa? Apakah AL-HADIST dalam  artian Hadits: "Perkataan atau perbuatan atau ketetapan" dari sang Nabi Agung,  Muhammad &lt;em&gt;shallallahu 'alayhi wa sallam&lt;/em&gt;? Kalau itu yang dimaksud, saya  agak keberatan. Rasa-rasanya Nabi Muhammad--yang menjadi objek  pe&lt;em&gt;nisbatan &lt;/em&gt;(penyandaran) kalimat di atas--tidak pernah bersabda dengan  &lt;em&gt;matan&lt;/em&gt; (isi hadits) seperti itu. Memang ada hadits yang isinya mirip  dengan itu, yang inti artinya menegaskan: "bahwa pekerjaan itu harus dikerjakan  oleh orang yang memang ahli di bidangnya. Bila tidak, maka tunggulah  kehancurannya." Namun, jargon di atas (yang digunakan oleh sang Cagub dan tim  suksesnya) jelas-jelas bukanlah hadits. Memang, masalah ini terlihat remeh.  Namun kita juga harus ingat, bahwa &lt;span style="font-size:180%;"&gt;barangsiapa yang mengatakan  sesuatu dengan menyandarkan pada Rasulullah, padahal Rasulullah sendiri tidak  pernah berkata seperti itu, maka tempatnya di neraka.&lt;/span&gt; (Kalau ini  benar-benar hadits dari Rasulullah). Saya pun mencoba berbaik sangka, mungkin  ada kesalahan atau ketidak hati-hatian dalam membuat poster tersebut. Atau,  kalau boleh, dengan analisis politis--semoga bukan jadi &lt;em&gt;su'uzh zhan&lt;/em&gt;  (buruk sangka)--saya menyangka tulisan itu sengaja dibuat sebagai bahan  "justifikasi religius'' sehingga makin banyak warga yang tertarik (terutama dari  kalangan muslim). Biar terlihat religius, kira-kira begitu. Terlepas dari itu  semua, saya berharap, pelaksanaan promosi atau pengenalan diri ke tengah  masyarakat ini dapat berjalan dengan baik dan didasari oleh rasa &lt;em&gt;fastabiqul  khairat&lt;/em&gt; (berkompetisi dalam kebaikan), bukan didasari rasa egosentris  pribadi, partai politik ataupun golongan tertentu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perlu dicatat, &lt;strong&gt;&lt;u&gt;tulisan di  atas bukanlah suatu &lt;em&gt;black campaign&lt;/em&gt; (kampanye hitam) ataupun pembunuhan  karakter terhadap Cagub tertentu yang berlaga dalam ajang Pilkada 2007 ini. Ini  semua saya sampaikan sebagai sebuah upaya pendidikan politik bagi masyarakat,  agar dapat mengerti, bahwa justifikasi agama harus sesuai pula dengan ajaran  agama tersebut&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;Wallahu  a'lam...&lt;/em&gt;           &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/990765487944920917-9158390834929942653?l=ariefmahmudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/feeds/9158390834929942653/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=990765487944920917&amp;postID=9158390834929942653' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/9158390834929942653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/9158390834929942653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/2007/05/pilkada-oh-pilkada.html' title=''/><author><name>Arief Mahmudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06770635749009762998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-iwfa04o_H_s/Tsr9piAvWjI/AAAAAAAAAIQ/3YqRHMl6FtI/s220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-990765487944920917.post-7532720591678240861</id><published>2007-05-13T20:58:00.000+07:00</published><updated>2007-05-17T15:28:37.023+07:00</updated><title type='text'>Aku, Masjid, Perpustakaan, Kios Foto Copy dan Warteg...</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;u&gt;Aku, Masjid, Perpustakaan, Kios Foto Copy dan Warteg... &lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Oleh: Arief Mahmudi &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang mahasiswa ''pemula'', ada hal-hal baru yang saya rasakan dan alami sehari-hari. Hal-hal baru tersebut telah menjadi keseharian kehidupan saya selama menjalani kuliah, tiap hari Senin hingga Jum'at. Di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;p&gt;1. Masjid. Adalah sangat jelas, bahwa sebagai seorang muslim, masjid menjadi tempat yang sangat penting bagi saya, terutama untuk kegiatan ibadah (seperti shalat wajib, &lt;em&gt;tilawah&lt;/em&gt; Qur'ân dan sebagainya) maupun kegiatan lain, misalnya belajar kelompok hingga istirahat sejenak di siang hari selesai melaksanakan shalat Zhuhur atau 'Ashar. Masjid yang biasanya saya gunakan sebagai tempat dengan dua orientasi kegiatan di atas adalah Masjid &lt;em&gt;Fathullâh&lt;/em&gt; &lt;a href="http://uinjkt.ac.id/"&gt;Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta&lt;/a&gt;. Masjid yang terletak di seberang kampus I UIN Jakarta ini menjadi masjid yang paling sering saya kunjungi. Alasannya karena adem, dan lebih khusyuk bila shalat di masjid ini. Selain di sini, terkadang saya shalat di Masjid &lt;em&gt;Al-Jâmi'ah&lt;/em&gt;, masjid kampus yang terletak di dalam kampus I, persis di area Student Center. Atau, bila memang sedang hujan di luar, saya sempatkan untuk shalat di musholla fakultas lantai II. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;2. Perpustakaan. Entah mengapa, baru kali ini saya merasakan indahnya "bergaul" dengan perpustakaan. Padahal waktu SMP dan &lt;a href="http://sman42-jkt.sch.id/"&gt;SMA&lt;/a&gt; dulu, saya tergolong siswa yang jarang main ke perpustakaan. Bila sedang &lt;em&gt;mood&lt;/em&gt; saja saya akan pergi ke perpustakaan di SMP atau SMA. Tapi sekarang, sejalan dengan kebutuhan untuk mencari ilmu di buku-buku yang ada di perpustakaan, saya jadi lebih sering untuk mengunjungi tempat penyimpanan sekaligus peminjaman buku-buku tersebut. Dalam lima hari kuliah, saya bisa menggunakan tiga sampai empat hari untuk mampir di sana, biasanya setelah kuliah berakhir. Ada dua perpustakaan, yaitu Perpustakaan Utama yang terletak di samping Fakultas Dakwah &amp; Komunikasi dan Fakultas Ushuluddin &amp;amp; Filsafat, dan satu lagi yaitu Perpustakaan Fakultas di Gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan lantai 7. Di kedua perpustakaan itu, berbagai macam buku dengan berbagai disiplin ilmu dan berbagai penerbit bisa ditemui. Dari yang bercorak liberal sampai yang non-liberal ada di sana. Dari yang sosial hingga eksakta ada di sana pula. Pokoknya lengkap deh... &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;3. Kios &lt;em&gt;Foto Copy&lt;/em&gt;. Tempat ini mutlak diperlukan manakala saya--yang biasanya menjadi penulis makalah kelompok--harus mem&lt;em&gt;foto copy&lt;/em&gt; makalah untuk selanjutnya disebarkan kepada teman-teman sekelas. Saya--dengan budget yang dimiliki mahasiswa--sudah sepantasnya mencari kios &lt;em&gt;foto copy&lt;/em&gt; yang murah. Dan di sepanjang Jalan Pesanggrahan (samping kanan kampus I UIN Jakarta), kita akan menemui banyak Kios &lt;em&gt;Foto Copy&lt;/em&gt; yang menawarkan harga relatif murah. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;4. Warteg. Untuk urusan makan, nggak boleh ketinggalan. Saya biasanya makan siang di warteg Selera Kita dan warteg 'tanpa nama' (karena memang di warteg itu tidak ada papan namanya). Kedua warteg itu terletak masih di Jalan Pesanggrahan. Kedua warteg tersebut memang relatif murah, selain juga enak. Biasanya menu favorit saya adalah nasi satu porsi, telur dadar, cap cay, sambal, dan es teh manis. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Ya, itulah sedikit gambaran mengenai keseharian saya di kampus... Semoga bermanfaat...&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/990765487944920917-7532720591678240861?l=ariefmahmudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/feeds/7532720591678240861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=990765487944920917&amp;postID=7532720591678240861' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/7532720591678240861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/7532720591678240861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/2007/05/aku-masjid-perpustakaan-kios-foto-copy.html' title='Aku, Masjid, Perpustakaan, Kios Foto Copy dan Warteg...'/><author><name>Arief Mahmudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06770635749009762998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-iwfa04o_H_s/Tsr9piAvWjI/AAAAAAAAAIQ/3YqRHMl6FtI/s220/me.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-990765487944920917.post-7959469477790861718</id><published>2007-04-26T16:11:00.000+07:00</published><updated>2007-04-26T16:18:03.036+07:00</updated><title type='text'>Tolak Kedatangan Delegasi Parlemen Israel ke Indonesia!!!</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;u&gt;Tolak Kedatangan Delegasi Parlemen Israel ke Indonesia!!!&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;Oleh: Arief Mahmudi&lt;br /&gt;Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan&lt;br /&gt;Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;Ramai dibicarakan, bahwa Parlemen Israel (Knesset) akan datang ke Indonesia, pada 29 April - 4 Mei 2007 mendatang. Kedatangan rombongan wakil rakyat dari negara penjajah Palestina plus teroris global itu tak pelak lagi mendapat respon berupa kecaman dan ketidaksetujuan dari rakyat Indonesia. Bagaimana tidak, tempat diselenggarakan acara pertemuan tahunan IPU (Inter Parliamentary Union / Persatuan Parlemen Internasional) adalah di Bali, yang notabene merupakan bagian integral dari wilayah Republik Indonesia. Sedangkan sudah lama kita tahu bahwa Republik Indonesia tidak pernah mengakui eksistensi Israel di dunia. Jadi, walaupun ada alasan dari Menteri Luar Negeri (Menlu) Nur Hassan Wirajuda pada Selasa (17/04) lalu, yang menjelaskan bahwa kedatangan Knesset karena undangan dari IPU, bukan dari Indonesia, hemat saya, tetap saja tidak bisa dijadikan alasan bahwa mereka bisa masuk ke Indonesia. Dari segi teknis pelaksanaan mungkin bisa dipahami, bahwa mereka sah-sah saja untuk datang, &lt;em&gt;lha wong&lt;/em&gt; yang mengundang &lt;em&gt;'kan&lt;/em&gt; bukan negara kita, tetapi dari IPU. Tetapi, dari segi kebijakan politis hal tersebut tidak bisa dibenarkan. Sikap politik negara kita--seperti sudah saya utarakan di atas--jelas-jelas mengisyaratkan, bahwa tidak ada yang namanya negara Israel di peta maupun atlas bumi. Jadi, perlu saya tegaskan sekali lagi, silahkan saja acara pertemuan itu tetap berjalan, namun delegasi Knesset tetap tidak boleh ikut serta! Bila delegasi Knesset tetap ikut serta dalam pertemuan itu, berarti pemerintah sudah mengkhianati amanat konstitusi negara, dan sudah selayaknya kita mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang sebagai tanda matinya nurani pemimpin bangsa kita!!! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;Wallahu a'lam...&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/990765487944920917-7959469477790861718?l=ariefmahmudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/feeds/7959469477790861718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=990765487944920917&amp;postID=7959469477790861718' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/7959469477790861718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/7959469477790861718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/2007/04/tolak-kedatangan-parlemen-israel-ke.html' title='Tolak Kedatangan Delegasi Parlemen Israel ke Indonesia!!!'/><author><name>Arief Mahmudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06770635749009762998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-iwfa04o_H_s/Tsr9piAvWjI/AAAAAAAAAIQ/3YqRHMl6FtI/s220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-990765487944920917.post-8150223139947363971</id><published>2007-04-20T18:32:00.000+07:00</published><updated>2007-04-20T18:38:47.878+07:00</updated><title type='text'>Pilkada DKI Jakarta: Momentum Perbaikan bagi DKI Jakarta?</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;u&gt;Pilkada DKI Jakarta: Momentum Perbaikan bagi DKI Jakarta?&lt;br /&gt;&lt;/u&gt;Oleh: Arief Mahmudi&lt;br /&gt;Mahasiswa Semester II&lt;br /&gt;Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan&lt;br /&gt;Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;Jujur, saya agak bingung dalam memberikan judul pada tulisan kali ini.Tadinya saya ingin memberi judul "Pilkada DKI Jakarta dan Momentum Perbaikan bagi DKI Jakarta". Namun urung karena saya belum menemukan sebuah jaminan relevansi antara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI dengan perbaikan yang menyeluruh bagi warga DKI Jakarta. Tegasnya, saya masih belum yakin alias ragu bahwa Pilkada kali ini dapat menjadi momentum perbaikan bagi DKI Jakarta. Jadilah saya memberi judul seperti di atas, yaitu dengan diakhiri sebuah &lt;em&gt;question mark&lt;/em&gt; yang--sekali lagi--menandakan bahwa memang saya masih ragu dengan perbaikan DKI Jakarta pascaPilkada nanti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;br /&gt;Perasaan saya--sebagaimana tertuang di atas--barangkali adalah salah satu contoh dari perasaan dan respon warga DKI Jakarta dalam menghadapi Pilkada pada 8 Agustus nanti. Saya memperkirakan ada tiga macam sikap atau perasaan warga Jakarta dalam menghadapi Pilkada pertama dengan sistem pilihan langsung dari rakyat ini. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, adalah mereka yang merasa optimis serta bergembira dengan Pilkada kali ini. Mereka berharap usai Pilkada ini akan tampil pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur yang dapat membenahi Jakarta dengan segala problematika yang kompleks. Pastinya mereka akan mencoblos salah satu pasangan Calon Gubernur (Cagub)/Calon Wakil Gubernur (Cawagub) kelak. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, adalah mereka yang tak terlalu peduli alias &lt;em&gt;masa bodo' amat&lt;/em&gt; dengan Pilkada. Bagi mereka, ada atau tidak ada Pilkada, keadaan mereka akan tetap begitu-begitu saja. Tak ada perubahan. Walaupun terkesan cuek (dalam artian tidak terlalu bergembira dan optimis terhadap Pilkada ini), mereka--walaupun sebagian--tetap akan menggunakan hak pilihnya pada 8 Agustus kelak. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ketiga&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, adalah mereka yang merasa pesimis--atau bahkan apatis--pada pelaksanaan Pilkada kali ini. Mereka beranggapan, Pilkada hanyalah permainan kalangan elit politik yang ingin kepentingan politiknya tersalurkan, tanpa memperhatikan keinginan rakyat sama sekali. Akibatnya--dalam anggapan golongan yang pesimis/apatis ini--Gubernur dan Wakil Gubernur hanya bekerja sesuai keinginan partai politik (parpol) yang mengusungnya. Mereka yang pesimis/apatis ini bisa jadi memilih untuk tidak memilih, alias golput (golongan putih) karena memandang Pilkada sebagai sebuah hal yang sia-sia saja. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;Perkiraan saya di atas bisa saja memang terjadi di masyarakat kita. Dan, sudah selayaknya para Cagub/Cawagub bisa membuktikan kepada seluruh warga DKI Jakarta, bahwa mereka memang tampil ke depan semata-mata untuk kepentingan seluruh masyarakat DKI Jakarta, bukan untuk kepentingan ambisi pribadi atau golongan tertentu. Pilkada kali ini juga menjadi ajang pembuktian bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur yang kelak terpilih adalah benar-benar pilihan rakyat, di mana mereka berdua benar-benar bekerja dengan optimal agar tidak mengecewakan para pemilihnya maupun warga Jakarta umumnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;Yang tak kalah pentingnya adalah, setelah satu pasangan terpilih dan dilantik sebagai pemimpin DKI kelak, rakyat tak boleh terlelap alias diam saja. Rakyat harus tetap mengontrol dan memonitor kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur. Jangan ragu untuk menuntut janji-janji yang tak terlunasi setelah mereka terpilih. (Itulah kebiasaan pemimpin di negeri kita; ketika masa kampanye mengobral janji, namun setelah ''naik tahta'' mereka seakan-akan lupa dengan janji-janji manis mereka dulu). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;Terakhir, marilah kita jadikan Pilkada DKI Jakarta 2007 ini sebagai ajang Pilkada yang damai serta bersih dari praktik &lt;em&gt;money politics&lt;/em&gt;. Jadikan Pilkada kali ini sebagai momentum yang tepat untuk membenahi DKI Jakarta dalam lima tahun ke depan. Pilihan boleh beda, persatuan dan kesatuan tetap harus dijaga. Lalu kepada para pasangan Cagub/Cawagub yang ''bertarung'' pada Pilkada tahun ini, pesan saya, bertarunglah secara sehat. Anda siap maju memimpin DKI Jakarta, berarti Anda harus siap menang dan siap kalah. Siapkan mental Anda wahai calon pemimpin... Buktikan bahwa DKI Jakarta--sebagai barometer tumbuh kembangnya demokrasi di tanah air--masih mempunyai figur yang benar-benar baik. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;Dan, mari bersama-sama kita buktikan dalam lima tahun ke depan; apakah "Pilkada DKI Jakarta (menjadi) Momentum Perbaikan bagi DKI Jakarta?" &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;em&gt;Wallahu a'lam...&lt;/em&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/990765487944920917-8150223139947363971?l=ariefmahmudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/feeds/8150223139947363971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=990765487944920917&amp;postID=8150223139947363971' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/8150223139947363971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/8150223139947363971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/2007/04/pilkada-dki-jakarta-momentum-perbaikan.html' title='Pilkada DKI Jakarta: Momentum Perbaikan bagi DKI Jakarta?'/><author><name>Arief Mahmudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06770635749009762998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-iwfa04o_H_s/Tsr9piAvWjI/AAAAAAAAAIQ/3YqRHMl6FtI/s220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-990765487944920917.post-1220949899180930900</id><published>2007-04-16T21:06:00.000+07:00</published><updated>2007-04-16T21:12:43.504+07:00</updated><title type='text'>Untuk Teman-teman: Selamat Menghadapi Ujian Nasional 2006/2007...</title><content type='html'>Mulai besok, 17 hingga 19 April 2007 akan diadakan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK/MA. Mendengar UN, saya jadi teringat dengan pengalaman kira-kira setahun yang lalu ketika masih duduk di semester pertama kelas XII. Pada saat itu, saya -dan mungkin juga teman-teman di SMA lainnya- merasa begitu takut dan cemas dengan yang namanya UN. Tapi, dengan keyakinan yang kuat beserta usaha konkret dan do'a yang tak henti-hentinya dipanjatkan, alhamdulillâh, akhirnya saya dan teman-teman bisa lulus.&lt;br /&gt;Kembali ke masalah UN 2006/2007. Pada UN tahun ini memang ada sedikit perbedaan dibandingkan dengan UN pada tahun 2005/2006. Kalau pada UN 2005/2006 (yaitu yang saya rasakan), di antara syarat kelulusan adalah mendapatkan nilai paling rendah 4,26 dan rata-rata nilai tidak kurang dari 4,50 pada tiga mata pelajaran yang diujikan serta tidak ada ujian ulang, pada tahun ini hal tersebut agak berbeda. Pemerintah -dalam hal ini Menteri Pendidikan Nasional- telah mengeluarkan "PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2006 TENTANG UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2006/2007"  di mana pada Pasal 18 ayat (1) dijelaskan bahwa:&lt;br /&gt;(1) Peserta UN dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan UN sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. memiliki nilai rata-rata minimal 5,00 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan tidak ada nilai di bawah 4,25; atau&lt;br /&gt;b. memiliki nilai minimal 4,00 pada salah satu mata pelajaran dengan nilai dua mata pelajaran lainnya minimal 6,00.&lt;br /&gt;sumber:&lt;a href="http://lubisgrafura.wordpress.com/2007/02/11/tentang-aturan-ujian-nasional-uan-tahun-20062007-dari-salinan-menteri-pendidikan-nasional-republik-indonesia/"&gt;http://lubisgrafura.wordpress.com/2007/02/11/tentang-aturan-ujian-nasional-uan-tahun-20062007-dari-salinan-menteri-pendidikan-nasional-republik-indonesia/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Peraturan Menteri inilah yang dijadikan sebagai dasar hukum pelaksanaan UN tahun ini. Yah, yang namanya regulasi atau peraturan dari mana pun datangnya -kecuali regulasi yang berdasarkan wahyu- pasti akan bersifat kontroversial, ada yang setuju dan ada yang tidak. Saya sendiri termasuk golongan yang tidak setuju dengan sistem evaluasi pendidikan melalui cara seperti UN, karena siswa/peserta didik yang belajar sekurang-kurangnya  3 (tiga) tahun di sekolah, nasib kelulusan mereka hanya ditentukan dalam waktu 3x120 menit saja, hingga  banyak kasus 'aneh' bermunculan di sekolah-sekolah: Siswa yang prestasi hariannya baik selama tiga tahun bisa tidak lulus hanya karena nilai di salah satu mata pelajaran yang diujikan kurang sedikit dari 4,26 (pada tahun lalu).&lt;br /&gt;Terlepas dari itu, saya ucapkan "Selamat Menghadapi Ujian Nasional" kepada seluruh peserta Ujian Nasional, baik SMA/SMK/MA di seluruh Republik Indonesia.  Terkhusus untuk teman-teman saya: Aga Kwardani, Afif Mudrik, Perdana Adi Putra, Rachmat Budiaji, Achmad Lukman Harun, M. Iqbal, Muhammad Nur, Kukuh A., Muhammad Fajri Ilmanda beserta seluruh akhwat Rohani Islam SMA Negeri 42 Jakarta dan adik-adik kelas XII SMA Negeri 42 Jakarta seluruhnya; Temanku di rumah, Johan Sasmita (SMK TI PB Soedirman Cijantung); dan "Mantanku" Rafisa 'Fisty' Triasty (SMA Negeri 9 Jakarta). Sukses selalu... Kalian pasti bisa...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/990765487944920917-1220949899180930900?l=ariefmahmudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/feeds/1220949899180930900/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=990765487944920917&amp;postID=1220949899180930900' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/1220949899180930900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/1220949899180930900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/2007/04/untuk-teman-teman-selamat-menghadapi.html' title='Untuk Teman-teman: Selamat Menghadapi Ujian Nasional 2006/2007...'/><author><name>Arief Mahmudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06770635749009762998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-iwfa04o_H_s/Tsr9piAvWjI/AAAAAAAAAIQ/3YqRHMl6FtI/s220/me.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-990765487944920917.post-2436003798780241911</id><published>2007-04-15T21:06:00.000+07:00</published><updated>2007-04-15T21:10:41.796+07:00</updated><title type='text'>Koantas Bima 510 dan Contoh Buruk Pelayanan Transportasi Bus Ibukota</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Koantas Bima 510 dan Contoh Buruk Pelayanan Transportasi Bus Ibukota&lt;br /&gt;Oleh: Arief Mahmudi&lt;br /&gt;Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan&lt;br /&gt;Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Seperti biasa, hari itu saya berangkat ke kampus yang terletak di Ciputat, Tangerang, Propinsi Banten. Tak lama saya sampai di perempatan Pasar Rebo. Setelah menyeberang jalan, saya langsung naik ke minibus (selanjutnya saya sebut bus untuk mempermudah penulisan dan menghemat ucapan) Koantas Bima 510 jurusan terminal Kampung Rambutan - Ciputat PP. Setelah naik, maka penumpang lain pun satu per satu naik, hingga bus berwarna kuning-hijau itu terisi penuh (bahkan menurut saya terisi hingga overload). Merasa kendaraannya penuh, pengemudi pun menginjak gas dan bus itu pun berjalan perlahan. Saat beberapa meter sebelum pintu masuk tol, bus 510 itu kembali berhenti. Ada apa gerangan? Rupanya sang pengemudi memberikan aba-aba, "Itu pintunya tolong ditutup dulu, itu... Ada polisi di depan. nanti kita ketangkep,". Dengan sigap kondektur menutup pintu lipat bus. Karena keadaan bus yang overload tadi, beberapa penumpang yang berdiri berteriak-teriak karena -mungkin- merasa tidak nyaman akibat dorong-dorongan agar pintu yang terlipat tadi bisa melebar dan menutup sempurna. Bahkan dalam kesempatan yang lain, seringkali saya melihat adanya adu mulut antara kondektur dengan penumpang yang merasa terganggu tubuhnya tergencet akibat dorong-dorongan itu. Setelah pintu tertutup, bus pun kembali berjalan, dan penumpang bus itu pun kembali berdesak-desakan hingga tiba di perempatan Pondok Indah, tepatnya di dekat pusat pertokoan&amp;perbelanjaan Poins Square. Sampai di sana, biasanya jumlah penumpang akan berkurang karena banyak yang turun, sehingga bus tidak lagi terlalu penuh sesak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Itulah sebuah ilustrasi sederhana yang menggambarkan keadaan riil transportasi di Jakarta, ibukota negara Republik Indonesia tercinta yang sehari-hari secara empiris saya rasakan. Permasalahan pada kondisi bus Koantas Bima 510 yang senantiasa penuh -apalagi di waktu pagi kala para karyawan dan pengguna lainnya berangkat serta di sore hari kala mereka pulang- itu, terus berlangsung setiap harinya. Dan itulah "makanan" sehari-hari saya sebagai konsekuensi logis dari kebutuhan dalam menggunakan bus dengan tarif  Rp2.500,00 per sekali perjalanan ini. Permasalahan ini semenjak awal semester II coba saya pikirkan dan saya cari solusinya. Ternyata dalam pandangan saya, ada sesuatu yang salah. Dikatakan salah, karena -menurut saya- pihak operator dalam hal ini Koantas Bima tidak (atau belum?) menyediakan armada (unit) bus yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan para penumpang. Saya melihat jumlah armada Koantas Bima 510 masih kalah banyaknya dengan Koantas Bima 509 jurusan terminal Kampung Rambutan - terminal Lebak Bulus PP. Padahal kalau dihitung, jumlah pengguna jasa 510 masih lebih banyak daripada 509. Hal ini salah satunya dsebabkan karena banyak para karyawan yang berkantor di Pondok Indah lebih memilih menggunakan 510 yang langsung masuk tol dan keluar di pintu tol Pondok Indah (dekat dengan Poins Square) sehingga lebih menghemat waktu perjalanan daripada menggunakan 509 yang sebenarnya juga lewat perempatan Pondok Indah, namun cenderung memerlukan waktu yang lebih lama karena masih muter-muter dulu, tidak seperti 510 yang langsung "to the point".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Saya pribadi (dan mungkin juga banyak warga Jakarta) meyakini, kasus jumlah armada bus yang tak sesuai dengan jumlah penggunanya ini hanyalah satu kasus dari banyak kasus lainnya yang tengah (dan nampaknya masih akan terus) menggelayuti Jakarta. Inilah sebuah contoh buruk dari pelayanan transportasi di Jakarta. Padahal, sebagai sebuah big city, Jakarta memerlukan sebuah moda transportasi yang baik, apalagi jika dilihat dari kasus di atas, angkutan umum masih sangat diperlukan oleh warga yang tidak mempunyai kendaraan pribadi (contohnya ya, seperti saya ini). Kasus lainnya, seperti kondisi bus atau angkutan umum tua yang sebenarnya sudah tak laik jalan namun masih dipaksakan untuk tetap beroperasi. Atau mungkin kasus "eksternal" semisal pungli (pungutan liar), baik dari oknum aparat maupun preman yang kerap "menyiksa" para pengemudi. Singkatnya, masalah-masalah itu harus segera diatasi bersama. Pihak operator, dalam hal ini penyedia jasa angkutan umum perlu duduk bersama dengan regulator, dalam hal ini Departemen Perhubungan atau minimal Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan menyelesaikan masalah ini hingga ke akar-akarnya dan sampai tuntas. Bila tidak, lagi-lagi rakyat kecil yang dirugikan dan terus dirugikan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(P) by Arief Mahmudi. Gambar hanya ilustrasi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/990765487944920917-2436003798780241911?l=ariefmahmudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/feeds/2436003798780241911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=990765487944920917&amp;postID=2436003798780241911' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/2436003798780241911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/2436003798780241911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/2007/04/koantas-bima-510-dan-contoh-buruk.html' title='Koantas Bima 510 dan Contoh Buruk Pelayanan Transportasi Bus Ibukota'/><author><name>Arief Mahmudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06770635749009762998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-iwfa04o_H_s/Tsr9piAvWjI/AAAAAAAAAIQ/3YqRHMl6FtI/s220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-990765487944920917.post-7628515711310979074</id><published>2007-04-15T20:54:00.000+07:00</published><updated>2007-04-18T18:52:06.549+07:00</updated><title type='text'>Mahmudi Belajar Menulis</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:courier new;font-size:180%;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Assalâmu'alaykum Wara&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;matullâhi Wabarakâtuh...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:180%;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Salam sejahtera... &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:180%;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Kawan-kawan, perkenalkan...&lt;br /&gt;Saya penulis baru di Blogspot ini...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:180%;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Saya berharap media Blogspot ini dapat menjadi sarana pembelajaran khususnya bagi saya pribadi dan kawan-kawan pada umumnya... Comment dari kawan-kawan akan saya terima dan untuk hal tersebut saya sampaikan terima kasih... &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:180%;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Wassalâmu'alaykum Wara&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;matullâhi Wabarakâtuh...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:180%;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:180%;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Al-Faqîr Ila Allah... &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:180%;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:180%;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Arief Mahmudi &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:180%;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Mahasiswa Semester II &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:180%;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:180%;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Jurusan Pendidikan Agama Islam &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:180%;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/990765487944920917-7628515711310979074?l=ariefmahmudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/feeds/7628515711310979074/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=990765487944920917&amp;postID=7628515711310979074' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/7628515711310979074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/990765487944920917/posts/default/7628515711310979074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefmahmudi.blogspot.com/2007/04/mahmudi-belajar-menulis.html' title='Mahmudi Belajar Menulis'/><author><name>Arief Mahmudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06770635749009762998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-iwfa04o_H_s/Tsr9piAvWjI/AAAAAAAAAIQ/3YqRHMl6FtI/s220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
